• KANAL BERITA

Mulai Tahun Depan, Daftar Sekolah Wajib Lampirkan KIA

Kepala Disdukcapil Kota Tegal Basuki. (suaramerdeka.com/ Tresno Setiadi)
Kepala Disdukcapil Kota Tegal Basuki. (suaramerdeka.com/ Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com - Dalam beberapa tahun mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal bakal memberlakukan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai syarat utama mendaftar sekolah di Kota Bahari.

Kepala Disdukcapil Kota Tegal Basuki mengatakan, untuk mewujudkan rencana tersebut Pemkot Tegal menargetkan mulai tahun ini seluruh anak di Kota Tegal telah melakukan perekaman KIA.

Termasuk menggelar berbagai sosialisasi ke sekolah-sekolah dan orang tua sebelum KIA benar-benar diberlakukan sebagai syarat pendaftaran masuk sekolah. Saat ini setidaknya ada 79.643 di Kota Tegal anak usia 0-16 tahun yang wajib memiliki KIA.

Dari jumlah tersebut, hingga kemarin baru 39.936 anak atau 52,15 persen yang mengantongi atau melakukan perekaman KIA. Untuk percepatan pembuatan KIA, kini Disdukcapil tengah menggandeng seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) sekolah negeri dan swasta se-Kota Tegal.

“Penyisiran cakupan kepemilikan KIA untuk usia SMP ada sekitar 24 ribu. Saat ini tengah kita garap dan sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah. Data yang kita minta seperti NIK siswa, nomor akta kelahiran, dan Disdukcapil akan jemput bola ke sekolah untuk memfoto anaknya,” kata dia.

Disampaikan Basuki, setiap anak ke depan harus memiliki identitas. Hal itu sesuai amanat Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta  Peraturan Menteri Dalam Negeri  (Permendagri) No. 2 tahun 2013 tentang KIA.

Sementara jumlah anak di Kota Tegal saat ini rincianya adalah usia 0-4 tahun anak laki-laki berjumlah 11.368, dan perempuan 10.797. Selanjutnya usia 5-9 untuk laki-laki 12.465, dan perempuan 11.531. Kemudian usia 10-14 laki-laki 12.404, dan perempuan 11.653. Sedangkan untuk 15-16 laki-laki sebanyak 4.758, dan perempuan 4.649.

Basuki menjelaskan bahwa setiap warga harus memiliki dokumen identitas sendiri. Karena dokumen tersebut diperlukan ke depan untuk kebutuhan pendaftaran sekolah, mengurus keimigrasian dan BPJS kesehatan.


(Tresno Setiadi/CN33/SM Network)