• KANAL BERITA

Importir Libya Incar Kopi Muria

Importir kopi dari Libya Ashraf dan Salah bersama Kepala UPTD Objek Wisata Kudus, Mutrikah dan Ketua KTH Koentjen Rejo (kanan) di areal kebun kopi, tak jauh dari kompleks Makam Sunan Muria pada Rabu (1/8). (SM/dok)
Importir kopi dari Libya Ashraf dan Salah bersama Kepala UPTD Objek Wisata Kudus, Mutrikah dan Ketua KTH Koentjen Rejo (kanan) di areal kebun kopi, tak jauh dari kompleks Makam Sunan Muria pada Rabu (1/8). (SM/dok)

KUDUS, suaramerdeka.com – Importir kopi dari Libya mengincar kopi rakyat di Desa Colo (Gunung Muria), Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Keseriusan mereka untuk membeli kopi robusta dari kawasan Muria, terbukti dari batas waktu mengenai yang diminta petani paling lambat harus sudah diterima pada Kamis malam (2/8).

Dua pengusaha asing tersebut, Salah Aldeen Amhimmid Masoud Samba dan Ashraf Elazoume Abdualsalam Samba, tak hanya bertemu dengan sejumlah petani. Tetapi juga melihat kondisi kebun kopi yang terdapat pada kisaran 800 meter di atas permukaan laut, tak jauh dari kompleks Makam Sunan Muria Raden Umar Said.

Rabu (1/8), Salah dan Ashraf datang ke Desa Colo, sengaja datang ke kawasan Gunung Muria. Khusus bagi Ashraf tidak terlalu asing pada Indonesia, karena dia telah tujuh tahun tinggal di Semarang untuk keperluan studi S2 dan berlanjut S3 di Undip. Namun, untuk ke Kudus dan naik ke Muria, baru kali itu dilakukan.

Seusai melihat contoh biji kopi kering dan biji kopi yang telah disangrai di Hotel Graha Muria, kedua pengusaha asal Libya diantar ke perkebunan kopi rakyat dengan menumpang sepeda motor. Keduanya diantar Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Pengelola Objek Wisata Kudus Mutrikah, Kades Colo Joni Awang Ristihadi, dan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Koentjen Rejo Maryanto serta sejumlah petani kopi.

Mereka sangat terkesan dengan perkebunan kopi yang telah dikelola penduduk sejak masa penjajahan Belanda pada 1840. Beberapa waktu lalu, sebelum kedatangan kedua pengusaha asal Libya, seorang pengusaha asal Maroko juga telah menjajaki kemungkinan membeli kopi dari kawasan Muria. Namun hingga kini belum ada kabar keberlanjutan kerjasama bisnis.

Kepada Maryanto, Ashraf menyatakan tertarik dengan kopi Muria. Persoalannya tinggal masalah kecocokan harga kopi jenis robusta. Bahkan, dia meminta kepada Maryanto agar paling lambat Kamis (2/8) malam ini sudah mendapatkan berapa harga yang bisa disepakati.


(Prayitno/CN34/SM Network)