• KANAL BERITA

Empat TK Swasta Batal Direnovasi

Komisi C DPRD saat memanggil Dinas Pendidikan untuk rapat kerja mengevaluasi pelakanaan beberapa program di dinas tersebut. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
Komisi C DPRD saat memanggil Dinas Pendidikan untuk rapat kerja mengevaluasi pelakanaan beberapa program di dinas tersebut. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dinas Pendidikan Kota Pekalongan membatalkan renovasi empat bangunan Taman Kanak-kanak (TK) swasta di Kota Pekalongan lantaran belum memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan perbaikan gedung. ‘’Empat sekolah itu sebenarnya sudah dijadwalkan untuk tahun ini dengan anggaran Rp 380 juta.  Keempat sekolah itu adalah TK Islam Batik 2 dan 4, TK Mina Bahari dan TK Sudirman,’’ kata Slamet Mulyo, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, kemarin.

Masalah itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi C DPRD yang dipimpin Ketua Komisi C, Sujaka Martana, dengan wakilnya, Nusron. Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dindik, Soeroso, dan Sekretaris, Ayu Nawangwulan, dan beberapa stafnya.

Slamet Mulyo menjelaskan, untuk tiga sekolah yakni TK Islam Batik dan TK Mina Bahari, akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2019. Pada tahun 2019, sekolah itu sudah berbadan hukum selama tiga tahun lebih.

‘’November 2018, tiga sekolah itu sudah tiga tahun berbadan hukum, sehingga pada tahun 2019 bisa dibantu dengan anggaran APBD untuk pembangunan gedungnya,’’ katanya.

Sedangkan TK Sudirman, kata Slamet, cukup sulit menyelesaikan. Sebab, pengurus yayasannya tidak ada. Sedangkan gedung dan tanah itu milik Kecamatan Pekalongan Utara. Dengan demikian, Dindik belum bisa merenovasi gedung itu karena status tanah bukan milik sekolah itu tetapi milik kecamatan.

Sujaka Martana berharap agar Pemkot membantu menyelesaikan status TK Sudirman agar statusnya menjadi jelas. Sedangkan Nusron, Wakil Ketua Komisi C mengusulkan agar TK itu bergabung ke Al Maarif yang badan hukumnya sudah jelas.

Mengenai anggaran Dinas Pendidikan tahun 2018 ini, menurut Kepala Dindik Soeroso Rp 238,569 miliar dan terserap Rp 124,226 miliar atau 52,07 persen.


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)