• KANAL BERITA

Resmi Ditutup, Gelar Psomosi Agribisnis Soropadan Raup Transaksi Rp 32 M

Foto: Pemprov Jateng
Foto: Pemprov Jateng

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti menuturkan, Gelar Promosi Agribisnis (GPA) VIII tahin ini sangat diminati masyarakat. Dalam event yang digelar di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Agro Center Soropadan Jl Raya Magelang – Semarang KM 13 Pringsurat Temanggung itu selalu ramai dikunjungi masyarakat.

“Pengunjung hari pertama (Kamis, 26/7) 16 ribu, hari kedua tanggal 27 Juli, 23 ribu, hari sabtu karena weekend 48.500 lalu hari minggunya 47 ribu, dan hari ini diperkirakan 16 ribu. Sehingga total pengunjung selama lima hari 149.500 pengunjung. Ini cukup baik,” urainya saat menutup GPA, kemarin.

Selama lima hari pameran, imbuh Yuni, transaksi yang tercatat pun cukup bagus. Total transaksi yang dibukukan sebesar Rp32,417 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari transaksi stan sebesar Rp 218 miliar, nonstan Rp436,5 juta dan pasar lelang sebesar Rp29,8 miliar.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi yang menutup kegiatan pameran menuturkan, event yang setiap tahun diselenggarakan ini menjadi ajang untuk mengevaluasi hasil-hasil pertanian di Jateng agar kualitasnya semakin baik, ketersediaannya mencukupi dan berdaya saing di tengah ketatnya persaingan di tingkat global.

“Agribisnis, yang namanya bisnis, termasuk bisnis untuk produk-produk pertanian, tidak terlepas dari persaingan. Tidak hanya persaingan antarwilayah, tapi juga persaingan global,” tuturnya seraya mengingatkan.

Menurut Heru, Indonesia menjadi negara impor pangan tujuan dunia karena jumlah penduduknya yang besar. Di dunia, jumlah penduduk Indonesia menduduki ranking empat, sehingga menjadi pasar yang potensial.

“Mereka mendesak kita terus. Kalau bisa ya udah orang Indonesia nggak usah makan beras, mi instan saja, supaya mereka bisa menjual gandumnya lebih banyak ke Indonesia. Kalau bisa orang Jateng ndak usah makan buah yang dihasilkan kita sendiri. Yang impor-impor saja. Yang seperti ini persaingan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Heru juga mengampanyekan konsumsi bahan pangan lokal agar masyarakat lebih menggemari pangan produksi sendiri. 


(Pemprov Jateng/CN41/SM Network)