• KANAL BERITA

Petugas Perhutani KPH Cepu Amankan Sembilan Gelondong Kayu Jati

Sebuah mobil bak terbuka berisi sembilan gelondong kayu jati tanpa dokumen resmi diamankan di Polsek Kedungtuban, Senin (30/7). (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)
Sebuah mobil bak terbuka berisi sembilan gelondong kayu jati tanpa dokumen resmi diamankan di Polsek Kedungtuban, Senin (30/7). (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)

CEPU, suaramerdeka.com - Pagi-pagi buta, Senin (30/7), sekitar pukul 05.00, dua petugas Perhutani KPH Cepu, Supriyanto (46) dan Rubaliyanto (45), memergoki mobil bak terbuka warna silver K-1663-MN tengah mengangkut sejumlah kayu jati berbentuk glondong yang diduga tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi. Kayu jati ilegal itu berasal dari kawasan hutan petak 1082 C RPH Galuk, BKPH Pucung, KPH Cepu, dan Desa Galuk Kecamatan  Kedungtuban, Blora. Kedua petugas Petugas Perhutani langsung mengadang, namun sopir melompat dan melarikan diri ke dalam hutan. Sementara mobil berikut muatannya ditinggal.

Mobil ternyata memuat sembilan gelondong jayu jati dengan ukuran bervariasi. Masing-masing berukuran panjang 200 Cm dengan diameter 19 Cm, 220 Cm x 25 Cm, 200 Cm x 28 Cm, 200 Cm x 28 Cm, 210 Cm x 28 Cm, 200 Cm x 30 Cm, 200 Cm x 31 Cm, 210 Cm x 32 Cm, 200 Cm x 28 Cm, dengan perkiraan volume keseluruhan mencapai 1,234 M3.

Selanjutnya mobil berikut muatannya diserahkan ke Polsek Kedungtuban. Kapolek Kedungtuban, Iptu Suharto membenarkan pengamanan sembilan gelondong kayu jati tanpa dokumen resmi. ''Lokasi penangkapannya di kawasan hutan petak 1082 C RPH Galuk, BKPH Pucung, KPH Cepu, turut Desa Galuk Kecamatan  Kedungtuban,'' jelas Kapolsek Iptu Suharto.


(Urip Daryanto/CN40/SM Network)