• KANAL BERITA

Bupati Wihaji Ajak Pegiat Media Sosial Berkolaborasi

Bupati Wihaji berdialog dengan berbagai pegiat media sosial, komunitas dan Bakohumas dalam acara yang digelar di Hotel Dewi Ratih, Senin (30/7). (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)
Bupati Wihaji berdialog dengan berbagai pegiat media sosial, komunitas dan Bakohumas dalam acara yang digelar di Hotel Dewi Ratih, Senin (30/7). (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

BATANG, suaramerdeka.com - Bupati Wihaji berharap jajaran Pemkab Batang bisa membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan pegiat media sosial. Ini karena keberadaan keduanya menjadi bagian dari kekuatan pembangunan yang harus diperhitungkan secara serius.

''Ada banyak komunitas dan media sosial yang sekarang ini aktif mempromosikan berbagai potensi Batang. Kami berharap bisa ada sinergi agar pegiat komunitas dan komunitas bisa ikut mensosialisasikan program-program pemerintah daerah agar bisa diketahui masyarakat,'' ujarnya, didampingi Kabag Humas Setda Batang, Triossy Juniarto, saat pertemuan badan koordinasi kehumasan (Bakohumas) dan pegiat komunitas serta media sosial di Hotel Dewi Ratih, Senin (30/7).

Dalam kegiatan ini, Wihaji tampak bersemangat berdialog dengan peserta yang hadir. Beberapa kali bahkan Wihaji berdiri sambil menulis di papan tulis. Dirinya tampak serius menjelaskan berbagai hal di hadapan peserta. Menurut Wihaji, zaman sudah berubah, dan pola pikir atau mindset aparat birokrasi juga harus dirubah.

Kalau tidak, maka akan ditinggal zaman. Ada kekhawatiran pada Wihaji jika jajaran Pemkab Batang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, dirinya ingin agar jajaran birokrasi di Batang bisa beradaptasi dengan teknologi.

''Termasuk cara-cara menyampaikan informasi soal kebijakan atau program-program pembangunan juga harus melibatkan teknologi dan berkolaborasi dengan berbagai komunitas serta pegiat media sosial,'' tuturnya.  

Follower Besar

Wihaji mencontohkan, dari data yang ada, beberapa media sosial di Batang, jumlah pengikut atau followernya sangat besar. Seperti Insta Batang dengan 47 ribu follower, Explore Batang 43,3 ribu follower, Info Batang 33,4 ribu follower dan Visit Batang 16,5 ribu follower. Sementara Humas Batang misalnya jumlah 983 follower, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga 867 follower dan dinas lainnya juga tidak sebesar media sosial yang ada. Itu menunjukan media sosial merupakan ruang yang harus menjadi perhatian serius jajaran Pemkab untuk mensosialisasikan kebijakan, program maupun juga aktivitas mereka.

''Media sosial itu punya kekuatan membangun persepsi. Kita tentu ingin persepsi yang dibangun masyarakat pada pemerintah daerah itu yang baik. Kita berharap, media sosial menjadi mitra dalam menyampaikan informasi yang positif dari pemerintah. Namun datanya harus benar-benar jujur. Kita juga tidak bersifat anti kritik dan menutup diri. Kritik bisa diberikan agar kita bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,'' tuturnya.

Wihaji menambahkan, Batang sangat berpotensi menjadi daerah maju. Ini karena potensi alam dan letak geografisnya yang strategis. Belum lagi ada pembangunan megaproyek PLTU 2x1.000 megawatt, pelabuhan niaga dan juga tol. Selain itu akan dibangun kampus Undip Semarang di Batang. Berbagai potensi yang ada jika dipromosikan secara positif akan bisa membangun brand positif dan mendorong kemajuan daerah.

Gasta dari Komunitas Insta Batang mengatakan, perlu ada komunikasi yang lebih intensif antara Pemkab Batang dengan pegiat media sosial dan komunitas. Selama ini dari pegiat media sosial belum banyak menyampaikan program-program pembangunan di Batang atau aktivitas jajaran Pemkab karena mereka belum mendapat banyak informasi.

''Kita ingin ke depan, komunikasinya bisa dilakukan lebih sering lagi. Ini agar pegiat media sosial dan komunitas bisa tersambung dengan informasi yang ada di Pemkab Batang. Dengan demikian kami bisa ikut mensosialisasikan berbagai program-program yang ada,'' tuturnya.


(Trisno Suhito/CN40/SM Network)