• KANAL BERITA

Penuhi Kebutuhan Air Minum, PDAM Bangun Tiga SPAM 

Foto: Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan mengecek pembangunan Bendung Jatisari, Minggu (29/7). Di lokasi tersebut akan dibuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar.  (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
Foto: Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan mengecek pembangunan Bendung Jatisari, Minggu (29/7). Di lokasi tersebut akan dibuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekitar. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Demi memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Semarang, PDAM Tirta Moedal akan membangun tiga Sistem Penyedia Air Minum (SPAM). Ketiganya, yakni SPAM Jatisari, SPAM Pudakpayung (Pramuka), dan SPAM Semarang Barat. 

Untuk SPAM Semarang Barat sendiri masuk dalam Proyek Startegis Nasional. SPAM yang memanfaatkan sumber air dari Bendung Jatibarang akan menghasilkan air bersih sebanyak 1.000 liter/detik. Rencana, peletakan batu pertama dilakukan Presiden Joko Widodo Januari 2019. Sedangkan pembangunan SPAM Jatisari dan SPAM Pudakpayung tahun ini. 

''Saat ini PDAM Tirta Moedal baru memenuhi 62 persen kebutuhan air bersih di Kota Semarang. Adanya tiga SPAM ini diharapkan dapat memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih pada 2010 mendatang,'' ujar Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan kemarin. 

Untuk SPAM Semarang Barat, imbuhnya, saat ini sudah masuk seleksi pemenang lelang. Masing-masing konsorsium sedang melakukan penawaran untuk pembangunan IPA Reservoir (Pipa transmisi air bersih) yang menggunakan sistem Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 458,5 miliar. 

Adapun SPAM Jatisari, sudah mulai pembangunan bendung. Pembangunan bendung dilakukan di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen yang memanfaatkan aliran air Kali Blorong. Pembangunan bendung diperkirakan rampung Agustus mendatang. 

Kasubid Litbang PDAM Tirta Moedal, Hariyanto mengatakan, setelah bendung, akan dilanjutkan dengan pembangunan intake (penangkap air baku), Instalasi Pengolahan Air (IPA), kemudian baru jaringan distribusi utama, sekunder dan jaringan pipa tersier. Saat ini surat izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan (Sippa) juga telah dikantongi. 

Air Bersih

''SPAM Jatisari ini, dapat menghasilkan air bersih 200 liter/detik. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di Kecamatan Mijen dan Ngaliyan. Permukiman di dua kecamatan itu, saat ini berkembang pesat,'' tambah Hariyanto, saat meninjau lokasi, Minggu (29/7). 

Sementara pembangunan SPAM Pudakpayung, Banyumanik, akan dimulai September ini. Bendung akan dibuat di aliran air Kali Garang di dekat Jl Pramuka, Kelurahan Pudakpayung. Dari SPAM Pudakpayung dapat menghasilkan air bersih sebanyak 100 liter perdetik. 

Air bersih SPAM Pudakpayung, akan mengaliri Semarang bagian selatan, seperti Banyumanik, Pudakpayung, dan sebagian Tembalang. Selama ini, warga di tiga daerah itu dialiri sumber dari IPA Kudu. Namun, karena kapasitas kurang memenuhi, harus dilakukan giliran air. 

''SPAM Pudakpayung juga akan mengairi daerah Pedurungan, saat IPA Kudu mengalami masalah. Beberapa bulan terakhir, produksi IPA Kudu mengalami kendala, karena sumber air dari Waduk Klambu tidak lancar. Saat SPAM Pudakpayung selesai dibangun, maka bisa dialiri dari sini,'' tambahnya. 

Bagian Perencanaan PDAM Tirta Moedal, Firdaus menambahkan, juga saat ini sedang dilakukan perbaikan Saluran Air Bersih (SAB) Klambu-Kudu. Perbaikan ditargetkan selesai pada 2019 mendatang. Setelah saluran itu jadi, maka distribusi ke IPA Kudu meningkat. Bila sebelumnya sekitar 1.000 liter/detik, kini menjadi 1.800 liter/detik. 

''Upaya untuk terus meningkatkan produksi air bersih terus kami lakukan. Salah satunya dengan pembangunan tiga SPAM ini. Ada tiga pilihan pembiayaan pada pembangunan SPAM Jatisari dan Pudakpayung, yakni pembiayaan sendiri, kerja sama bisnis to bisnis, ketiga dengan pinjam bank,'' ungkap Firdaus.


(Hendra Setiawan/CN42/SM Network)

Loading...
Komentar