• KANAL BERITA

Bupati Batang Berharap Warga Rifaiyah Bisa Sinergi dalam Pembangunan

Bupati Batang Wihaji memberikan ucapan selamat kepada salah seorang pengurus PD Rifaiyah. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang Wihaji memberikan ucapan selamat kepada salah seorang pengurus PD Rifaiyah. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com - Bupati Batang Wihaji berharap agar warga Rifa'iyah bisa bersinergi dengan Pemkab Batang dalam pembangunan, melalui karya-karya warisan KH Syeh Ahmad Rifa'i dalam dakwah Islamnya yang sangat cinta tanah air, dan karya-karya seni batiknya yang sudah mendunia harus dilestarikan.

Harapan tersebut disampaikan oleh Bupati Wihaji dalam acara pelantikan Pengurus Daerah (PD) Rifaiyah Kabupaten Batang, periode 2018-2023, di pendopo Kantor Bupati setempat, Sabtu (28/7). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengurus Wilayah Rifaiyah Jateng, Sudarji.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Batang, Suyono, Ketua PP Rifaiyah, Mukhlisin Muzarie, Ketua Pengurus Wilayah Rifaiyah Jateng, Sudarji, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang, KH Zainul Iroqi, dan undangan lainnya.

“Dalam sejarah perjuangan, pendiri Rifaiyah yaitu KH Syeh Ahmad Rifa'i tercatat sebagai ulama besar yang melawan penjajahan Belanda dengan berdakwah dan telah menulis sejumlah kitab dalam bahasa Jawa dan terkenal serta diterima oleh masyarakat pada zamannya,” kata Wihaji.

Karya KH Syeh Ahmad Rifa'i berupa kitab dan batik, ujar Wihaji, dijadikan sebuah media dakwah untuk melawan kolonial Belanda, sehingga perjuangan KH Syeh Ahmad Rifa'i dalam melawan penjajah, ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi Pahlawan Nasional Tahun 2004, atas usulan Bupati Batang Bambang Bintoro.

"Untuk mendukung karya dan perjuangannya, Pemkab Batang akan menjadikan batik Rifaiyah sebagai salah satu seragam kerja PNS, serta akan membantu pembangunan museum Rifaiyah yang ada di Kecamatan Limpung (tempat KH Syeh Ahmad Rifa'i mendirikan pondok pesantren), sebagai wisata religi," papar Wihaji.

Menyinggung perkembangan teknologi informasi (TI), Bupati menambahkan, saat sekarang dampak TI telah mengubah pola hidup masyarakat, yang berakibat pada hilangnya karakter dan adab berbudaya. Untuk mencegah pengaruh negatif bagi masyarakat oleh tayangan yang tidak mendidik, pihaknya, kata Bupati, masih mengkaji dan mewacanakan gerakan mematikan Hand Phone (HP) dan TV pada waktu Mahgrib sampai dengan pukul 20.00 WIB.

“Masyarakat sekarang, baik orang tua mau pun anak lebih cenderung menghabiskan waktunya untuk berkomunikasi dengan HP. Di rumah mereka lebih disibukkan dengan HP dan TV sehingga wacana tersebut harus kita kaji dan untuk bisa diterapkan di lingkungan keluarga. Hal ini mungkin merupakan bagian kecil dari dakwah KH Syeh Ahmad Rifa'i untuk tidak terpengaruh jauh dengan budaya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam," kata Wihaji, yang disambut tepuk tangan ratusan jamaah Rifaiyah.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Rifaiyah Mukhlisin Muzarie mengatakan, 196 tahun yang lalu, KH Syeh Ahmad Rifa'i didakwa sebagai seorang pemimpin pemberontakan terhadap kolonial Belanda. Ia ditangkap dan diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, bukan karena mengajar mengaji, tapi karena menanamkan semangat perjuangan melawan penjajah Belanda.

"Karya kitabnya dituangkan dalam bahasa Jawa untuk memudahkan masyarakat agar dapat menangkap tentang ajaran Islam dan penyebab utama kemunduran umat Islam (kala itu)," kata Mukhlisin.

Ada pun jajaran Pengurus PD Rifaiyah Kabupaten Batang yang dilantik yaitu: Ketua Dewan Syuro, Kiyai Ahmad Munthohar. Sekretaris H Zainudin. Ketua Pengurus Daerah (PD) Rifaiyah, H Nur Khamid, Sekrertaris. M Rifa'i dan Bendahara, H Nurosikhin.


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)