• KANAL BERITA

Warga Panggung-Depo Minta Direlokasi

Foto:  Sejumlah rumah warga berdiri di lahan PT KAI di wilayah RW 7 Kelurahan Panggung. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)
Foto: Sejumlah rumah warga berdiri di lahan PT KAI di wilayah RW 7 Kelurahan Panggung. (suaramerdeka.com/Tresno Setiadi)

TEGAL, suaramerdeka.com - Warga RT 4 dan RT 19 RW 7 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur yang menduduki lahan depo PT KAI berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal bisa turun tangan membantu dengan merelokasi mereka ke hunian sementara.

Keinginan warga itu menyusul rencana PT KAI Daop IV Semarang yang akan menertibkan bangunan rumah warga mulai 3 September mendatang.

‘’Kalau memang harus dibongkar, kami minta Pemda membantu merelokasi, misalnya ke rumah susun sewa. Selama ini kami juga bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),’’ kata Ketua RT 4, M. Sofyan, ditemui di kediamannya, kemarin.

M Sofyan saat ini menduduki lahan seluas 60 meter persegi dengan bangunan permanen sejak 2005. Saat ini, rumah dibangun dengan biaya Rp 150 juta, selain untuk tempat tinggal juga digunakan untuk usaha konter pulsa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dia mengaku tenggang waktu yang diberikan PT KAI terlalu singkat. Warga kebanyakan masih kebingungan untuk pindah. Tak sedikit pula, timbul keresahan warga karena memiliki penghasilan yang masih pas-pasan yang tidak cukup untuk mencari atau menyewa tempat tinggal baru.

Tidak Dibongkar

‘’Waktu penertiban terlalu mepet tidak mencukupi, karena membutuhkan hunian pengganti. Tak sedikit pula yang resah karena tidak mampu untuk membeli atau ngontrak rumah,’’ kata dia. 

Hingga saat ini, warga masih berharap agar rumah warga tidak dibongkar. Bahkan jika harus membayar sewa, mereka siap. Tak hanya itu, jika tidak ada pilihan lain, paling tidak biaya ganti bongkar yang rencana akan dibayarkan PT KAI sebesar Rp 250 meter bisa dinaikan menjadi Rp 1,5 juta per meter, sehingga uang tersebut bisa digunakan untuk mencari hunian baru.

Sementara itu, Humas Daop IV PT KAI Suprapto mengatakan  sesuai program, bangunan akan ditertibkan 3 September mendatang. Setidaknya ada 32 bangunan permanen dan semipermanen akan diberikan uang sebagai pengganti biaya pembongkaran rumah.

Lahan akan digunakan untuk pengembangan Depo Tegal, termasuk penambahan jalur kereta.

‘’Aturan terkait penertiban lahan lingkungan PT KAI sesuai dengan aturan direksi. Kita hanya bisa memberikan uang ganti bongkar sebesar Rp 250.000 per meter bagi bangunan permanen, dan Rp 200 ribu untuk semipermanen,’’ katanya.


(Tresno Setiadi/CN42/SM Network)