• KANAL BERITA

UPGRIS Farm Bendan Duwur Semarang Buat Tempat Agroeduwisata

MENGENAL HIDROPONIK: Sejumlah anak didampingi orang tua belajar mengenal teknik hidropnik di UPGRIS Farm Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur Semarang, baru-baru ini. (Foto: suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
MENGENAL HIDROPONIK: Sejumlah anak didampingi orang tua belajar mengenal teknik hidropnik di UPGRIS Farm Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur Semarang, baru-baru ini. (Foto: suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sejumlah dosen yang tergabung dalam Tim Program Pengembangan Unit Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengubah lahan kosong di Kampus III UPGRIS di Jalan Pawiyatan Luhur III Nomor 1 Bendan Duwur Semarang menjadi Agroeduwisata. Di lokasi ini, nantinya diharapkan masyarakat khususnya anak-anak dapat belajar bertani atau minimal mengenal bagaimana cara bercocok tanam.

Di tengah makin berkurangnya lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi perumahan, membuat beberapa dosen di UPGRIS membuat ide mengubah lahan yang sebelumnya tak bermanfaat menjadi tempat Agroeduwisata. Beberapa tahun lalu, di atas lahan seluas  2 hektare tersebut hanya berupa tanah kosong tak produktif. Tetapi, kini menjadi iyo royo-royo. Hamparan berbagai tanaman baik pohon maupun buah terlihat segar di tempat ini.

Di bawah pengelolaan UPGRIS Farm ini,  lokasi ini menjadi tempat yang  menghasilkan produk sayuran organik dan ikan air tawar segar yang sehat dan bebas insektisida. ''Saat panen nanti, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk sekitar Bendan Duwur ini maupun warga Semarang yang lain,'' ungkap Ketua Tim PPUPIK Ary Susatyo Nugroho, kemarin.

Tanaman di sini bebas pestisida karena tim  dengan anggota Endah Rita Sulistya Dewi, dan Eko Retno Mulyaningrum melakukan  penggabungan dua teknologi, yaitu teknologi ''Hidroponic dan Aquaculture''. Teknologi hidroponic adalah teknologi pertanian modern dengan sistem penanaman tanpa tanah. Sistem irigasi yang akan digunakan dalam hidroponic ini adalah irigasi Nutrient Film Teknik (NFT), sedangkan Aquaculture yang akan digunakan dalam perikanan ini adalah aquaculture Bioflok. 

''Dua teknologi ini dapat digabung menjadi satu, di mana sistem pertanian hidroponic akan mendapat air dan nutrisi dari sistem perikanan aquaculture. Sebaliknya sistem perikanan aquaculture akan dibersihkan media airnya oleh sistem pertanian hidroponic,'' ungkap Ary yang didampingi seluruh anggota tim.

Ia menjelaskan agroeduwisata ini akan memadukan atraksi pertanian dan perikanan dengan teknik hidroponic dan aquaculture. ''Agroeduwisata dapat menjadi tempat pengenalan hidroponic dan aquaculture bagi peserta didik di tingkat kelompok bermain, usia dini, dan sekolah dasar, serta wisata alam berbasis lingkungan yang bersih, nyaman, dan asri,'' paparnya.

Beberapa waktu lalu,  anak-anak usia dini dari keluarga besar Fakultas Pendidikan Matematika, IPA, dan Teknologi Informasi (FPMIPATI) UPGRIS juga berkunjung ke tempat ini. Mereka diberi informasi tentang bagaimana mengenal teknik hidroponik dalam.''Melalui kegiatan ini mereka dapat mengenal kegiatan pertanian di usia dini dan menghargai proses bertani untuk mendapatkan makanan yang biasa dimakan sehari-hari,'' jelas Ary.

Anggota tim yang lain Endah Rita Sulistya Dewi menambahkan melalui pengenalan pada kegiatan pertanian di usia dini ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta pertanian sekaligus menjadi titik awal membuka cita-cita menjadi petani (modern). Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan memperkenalkan perangkat yang digunakan dalam teknologi hidroponik, mencoba untuk mempersiapkan netpot sebagai tempat tanaman, menanam benih dalam rockwool hingga memanen sayuran dalam instalasi hidroponik. ''Kegiatan wisata edukasi pada agroeduwisata ini memiliki tujuan utama untuk memperoleh pengalaman pembelajaran secara langsung di tempat wisata tersebut dalam hal ini adalah UPGRIS Farm,'' paparnya


(Arie Widiarto/CN41/SM Network)