• KANAL BERITA

Kemenag Batasi Jumlah Rokok Calhaj

foto: istimewa
foto: istimewa

UNGARAN, suaramerdeka.com - Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Taufiqur Rahman kembali mengingatkan kepada calon haji (calhaj) agar mendaftarkan obat-obatan pribadinya ke petugas yang bertugas di embarkasi. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari kendala ketika diperiksa oleh imigrasi di Arab Saudi.

“Demikian halnya dengan rokok, maksimal hanya 200 batang yang diizinkan,” katanya, usai menghadiri pelepasan calhaj asal Kabupaten Semarang, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, kemarin.

Terkait dengan hal itu, Kemenag Kabupaten Semarang telah mengimbau agar para calhaj benar-benar memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan. Misalnya, mengutamakan barang yang memang benar-benar dibutuhkan selama berada di tanah suci. Sebab untuk berat barang yang dipersyaratkan dalam koper maksimal hanya 32 kilogram untuk tiap jamaah.

“Jika sampai melebihi berat maksimal yang dipersyaratkan, koper akan dibongkar dan barang-barangnya akan dikurangi,” jelasnya.

Kaitannya dengan kondisi cuaca di tanah suci, ia mengungkapkan, saat ini di sana rata-rata setiap hari bersuhu antara 38 hingga 40 derajat celsius. Maka, dibutuhkan keseimbangan asupan air mineral, vitamin, dan makanan yang bergizi, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah.

Ketika ditanya ada berapa orang calhaj asal Kabupaten Semarang yang gagal berangkat tahun ini, Taufiqur Rahman menjelaskan, ada dua orang yang batal berangkat karena tergolong beresiko tinggi (risti) dari total 654 orang calhaj.

“Sebenarnya banyak yang masuk kelompok risti. Karena mayoritas calhaj asal Kabupaten Semarang telah berusia diatas 60 tahun. Namun hanya dua orang yang dinyatakan tidak mampu atau istitha’ah,” ungkapnya.

Satu calhaj yang dimaksud, bahkan sudah meninggal dunia belum lama ini. Kemudian satu orang lainnya, sekarang kondisinya sedang sakit. Jika ada calhaj yang meninggal dunia sebelum berangkat ke tanah suci, lanjutnya, tidak serta merta dapat digantikan oleh nama calhaj lainnya.

“Yang bisa digantikan adalah calhaj yang meninggal dunia setelah 12 Maret 2018. Para tamu Allah asal Kabupaten Semarang, terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 75, 76, dan kloter 77. Adapun pemberangkatan awal pada 7 Agustus 2018 besok,” terang dia.

Bupati Semarang Mundjirin menyarankan, agar seluruh calhaj bisa berpikir dua kali sebelum mengonsumsi air kencing unta selama berada di tanah suci.

“Jaga kesehatan, bekali diri dengan pengetahuan sehingga tidak terjebak mitos yang selama ini berkembang. Termasuk informasi tentang air kencing unta. Coba dipikir-pikir dahulu, apa benar bisa untuk menyembuhkan penyakit?” tandas Bupati Mundjirin.

Selama berada di tanah suci, menurut dia, potensi penularan penyakit melalui virus bisa saja terjadi. Terlebih di sana akan banyak orang yang datang dari seluruh dunia. Untuk itu, para calhaj diwajibkan mengikuti imunisasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Yang perlu diwaspadai adalah penularan virus sindrom pernafasan Timur Tengah yang ditularkan melalui interaksi dengan unta,” tukasnya.


(Ranin Agung/CN34/SM Network)