• KANAL BERITA

DPKP Sukoharjo Sesalkan Taman Jadi Sasaran Vandalisme

MENGHILANGKAN CORETAN : Pengelola Taman Wijaya Kusuma tengah menghilangkan coretan karena aksi vandalisme di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Rabu (25/7). (SM/Asep Abdullah)
MENGHILANGKAN CORETAN : Pengelola Taman Wijaya Kusuma tengah menghilangkan coretan karena aksi vandalisme di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Rabu (25/7). (SM/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Sukoharjo menyayangkan masih adanya oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan aksi coret-coret atau vandalisme di sejumlah tanam. 

Pengawas Pertamanan dari DPKP Sukoharjo, Usni Awan mengaku, aksi coret-coret pada tembok hingga ornamen lain di taman, masih terjadi. Di antaranya di Taman Wijaya Kusuma di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo. Meskipun sering coretan dari pilok dibersihkan, tetapi masih saja aksi vandalisme menyasar taman, sehingga membuat kumuh. “Kami bersihkan, kadang muncul lagi. Seperti itu. Kami harap aksi coret-coret di taman ini dihentikan. Selain membuat kotor, kan jadi tidak indah,” aku dia, Rabu (25/7).  

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya berharap pemerintah kelurahan setempat untuk ikut secara intensif mengawasi taman di wilayahnya. Seperti yang dilakukan di Taman Pakujoyo di Kelurahan Gayam. Di taman tersebut saat ini menjadi lokasi favorit oleh warga. Selain bersih, juga ada peran aktiv dari pemerintah kelurahan setempat. “Kami ajak untuk bersama-sama menjaga taman. Soal kasus vandalisme bisa diperangi bersama, sehingga tidak lagi menyasar taman untuk bermain dan bersantai setiap hari,” harapnya. 

Pengelola Taman Wijaya Kusuma, Sagimin Tisno Raharjo (63) membenarkan, aksi coret-coret terus saja terjadi di beberapa titik. Padahal sudah beberapa kali dihapusnya. Bahkan pernah segerombolan anak-anak muda yang akan melakukan aksi coret-coret, pernah diusir seorang diri. “Pernah saya teriaki. Langsung kabur. Pernah juga saya tungguin sampai malam, tetapi justru tidak ada. Eh...ternyata muncul lagi saat hari tertentu,” tuturnya. 

Dia menambahkan, yang ditakutkan dari coretan itu tangan jahil itu berwujud kata-kata yang tidak pantas. Seperti yang ditemukan di lain tempat. Mengingat Taman Wijaya Kusuma selama ini menjadi titik berkumpulnya anak-anak kecil saat pagi atau sore hari bersama dengan orangtuanya. “Ya ini kenakalan remaja. Yang pernah saya usir karena masih coret-coret, di antaranya anak remaja. Biasanya kan mencari lengahnya kita di lapangan,” jelas dia.


(Asep Abdullah/CN34/SM Network)