• KANAL BERITA

Pelayanan RSUD Dr Soewondo Masih Kerap Dikeluhkan

BERIKAN PENJELASAN: Wadir Pelayanan Medik RSUD Dr Soewondo Kendal, Rokhmat memberikan penjelasan tentang peningkatan pelayanan di RSUD Dr Soewondo Kendal. (Foto: suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
BERIKAN PENJELASAN: Wadir Pelayanan Medik RSUD Dr Soewondo Kendal, Rokhmat memberikan penjelasan tentang peningkatan pelayanan di RSUD Dr Soewondo Kendal. (Foto: suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Pelayanan terhadap pasien maupun keluarga pasien di RSUD Dr Soewondo Kendal masih kerap dikeluhkan masyarakat. Keluhan itu antara lain antrean di loket pendaftaran, kondisi kamar mandi yang kotor, hingga kipas angin yang berdebu. 

Hal itu terkuak dalam Public Hearing Penyusunan Standar Pelayanan Public dan Visi Misi RSUD Dr Soewondo Kendal yang digelar di aula rumah sakit tersebut, Rabu (25/7). Kegiatan itu dihadiri antara lain tokoh masyarakat, LSM, wartawan, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait. 

Salah satu peserta, Miskan, mengatakan, banyak keluhan dari warga tentang kebersihan rumah sakit. Kamar mandi pasien kerap bersih, sehingga masih menimbulkan bau tidak sedap. ‘’Selain itu, keluarga pasien maupun pengunjung yang merokok di dalam lingkungan rumah sakit. Sebenarnya aturannya seperti apa?’’ kata dia Miskan yang mengaku dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kendal ini. 

Salah seorang tokoh masyarakat, Wahyudi, menyoroti hal yang sama. Menurutnya, kondisi kebersihan di lingkungan rumah sakit perlu mendapat perhatian. Selain kamar mandi, saluran air yang ada di rumah sakit perlu dibersihkan. ‘’Belum lagi banyak kipas angin di kamar pasien yang berdebu. Debu itu bisa menimbulkan penyakit,’’ tuturnya. 

Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan, Heri Wasito, pihaknya mengapresiasi masukan dari berbagai kalangan. Rumah sakit bakal berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Soal kebersihan menjadi perhatian untuk memberikan kenyamanan. 

‘’Merokok di dalam lingkungan rumah sakit, jelas di larang. Luas rumah sakit sekitar 3,5 hektar, sedangkan jumlah petugas keamanan hanya 22 orang. Mereka masih terbagi dalam tiga shift, sehingga satu shift minimal lima orang. Dengan luas rumah sakit, petugas kami kesulitan untuk memantau pengunjung maupun keluarga pasien. Kami juga memasang stiker larang merokok di berbagai sudut rumah sakit. Terkait kipas angin di kamar pasien, menjadi catatan kami. Segera kami bersihkan,’’ kata dia.


(Rosyid Ridho/CN41/SM Network)