• KANAL BERITA

Mahfud MD: Prabowo Belum Tentu Maju

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menjadi pembicara Halaqah Kebangsaan Pengasuh Pesantren dengan tema "Pancasila dalam Perspektif Islam Nusantara" di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen Demak, kemarin. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menjadi pembicara Halaqah Kebangsaan Pengasuh Pesantren dengan tema "Pancasila dalam Perspektif Islam Nusantara" di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan, Mranggen Demak, kemarin. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

DEMAK, suaramerdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan sebebas-bebasnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menentukan siapa calon Wakil Presiden yang akan mendampinginya. ''Lihat saja kita tunggu 10 Agustus siapa yang akan dipilih Pak Jokowi pasti yang terbaik. Mari kita berdoa Bangsa Indonesia selamat dan mempunyai pemimpin yang terbaik amin,'' katanya, ketika menjadi pembicara Halaqoh Kebangsaan Pengasuh Pesantren di Pondok Pesantren Futuhiyyah, Suburan Mranggen, Demak, kemarin.

Selain Mahfud, tampil sebagai pembicara Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Rektor UIN Walisongo Prof Dr Muhibbin MAg, KH Ahmad Badawi Basyir dari Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia (MP3I), Prof Dr H Abdul Hadi MA dan Dr Arif Rohman.

Menurut Mahfud, dari 10 parpol, enam partai telah bertemu dan menyatakan mendukung Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. "Mereka adalah PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem dan Hanura. Wapresnya masih di kantong Pak Jokowi saya tidak ikut-ikut,'' katanya sambil tertawa.

Dengan konstelasi seperti itu, tinggal empat partai yang belum mengusung calon Presiden lawan Pak Jokowi. ''Untuk membuat dua pasangan calon presiden jelas tidak mungkin. Yaitu Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Untuk dua calon tidak cukup. Paling-paling hanya satu dan belum tentu Pak Prabowo maju. Bisa orang lain, kita lihat saja,'' kata Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.

Menanggapi pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan enam parpol di Istana Bogor, Mahfud yang disebut sebagai salah satu kandidat cawapres Jokowi itu, menganggap proses pertemuan tersebut sudah sesuai prosedur.

Sementara itu usai bertemu Ganjar Pranowo di rumah dinas Gubernur Jateng, kepada wartawan Mahfud mengatakan, pertemuan capres dalam hal ini Jokowi dengan parpol memang sebuah langkah yang harus dtempuh. "Ya bagus saja, proses yang harus ditempuh partai pengusung," kata Mahfud, Selasa (24/7).

Dalam pertemuan tersebut sudah ada pengerucutan satu nama cawapres pendamping Jokowi. Namun Mahfud tidak menjelaskan apakah dirinya mengetahui siapakah nama yang bakal menjadi cawapres Jokowi. "Kesepakatan dicapai bahwa pengerucutan satu nama akan ditetapkan dan diumumkan pak Jokowi, itu prosedurnya," katanya.

Pengasuh pondok pesantren Futuhiyyah Suburan Mranggen Demak, KHM Hanif Muslih menjelaskan, Mahfud sudah tiga kali mengunjungi pesantren thoriqoh itu. "Dua kali ketika menjadi menteri zaman Presiden Abdurrahman Wahid dan hari ini," kata Kiai Hanif.

Dia memberi hadiah Mahfudh berupa buku-buku karya dia sendiri. Antara lain berjudul Hukum Hormat Kepada Bendera Menurut Islam, Talqin, Ziarah Kubur, Tahlil, Tawassul, Qunut, Keshahihan Dalil Keramat Wali, dan Merawat Jenazah.


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)