• KANAL BERITA

Warga Girimulyo Khawatir Kondisi Badan Jembatan Nglondo

Badan Jembatan Nglondo di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Selasa (24/7) retak. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Badan Jembatan Nglondo di Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Selasa (24/7) retak. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Badan Jembatan Nglondo di Dusun Girimulyo, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom retak menyusul lalu-lalang truk angkutan pasir dengan muatan melebihi kapasitas. Retaknya jembatan membuat warga sekitar khawatir akan memutus akses.

Winarni, warga Dusun Girimulyo, Desa Tibayan menjelaskan, retaknya jembatan diketahui warga saat kerja bakti pekan lalu. ''Jembatan retak karena banyak truk lewat,'' jelasnya, Selasa (24/7).

Menurutnya, truk pengangkut pasir dari Gunung Merapi beberapa pekan ini banyak melintas di jembatan, lantaran jalur Jl Klaten-Boyolali melalui Desa Kayumas sedang dicor. Sopir truk yang tidak sabar antre, mengambil jalur kanan masuk ke Jl Jatinom-Ngawen yang melalui Jembatan Nglondo tembus ke simpang empat Jl Klaten-Boyolali di Desa Ngupit, Kecamatan Ngawen.

Truk biasanya banyak melintas pada pagi hari dengan muatan penuh. Retakan sambungan muncul di sisi selatan dan utara. Apabila terus dilintasi truk muatan berat, warga khawatir jembatan itu akan putus.

Menurut Azis, warga lainnya, jika jembatan itu putus maka akses warga akan putus. Padahal jembatan itu merupakan jembatan utama terdekat warga lereng Gunung Merapi di Kecamatan Jatinom yang akan ke Kota Kabupaten Klaten.

Jika jembatan putus, lanjut Azis, warga harus melintas di utara melalui Desa Kayumas atau ke Kecamatan Karangnongko. Setiap hari jalur ini ramai anak sekolah, warga ke tegalan atau ke pasar.

Tindakan Tegas

Jembatan itu bukan jembatan desa, tetapi milik Pemkab Klaten. Warga tidak mungkin melarang truk atau memasang portal sebab bukan wilayah desa. Padahal jika putus maka warga menanggung dampaknya.

Selama ini banyak truk melanggar ketentuan muatan. Tindakan tegas perlu diambil aparat terkait sebab jika tidak maka jembatan tidak akan mampu bertahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkab Klaten, Tajudin Akbar mengatakan, sudah mengetahui retakan itu. Dinas sudah mengirimkan tim ke lokasi untuk mengecek tingkat kerusakannya.

''Tim sudah ke lokasi dan tinggal menunggu laporan kerusakannya,'' ungkapnya.

Apabila kerusakan parah tidak mungkin ditangani dalam waktu dekat sebab akan tergantung anggaran APBD dan perencanaan.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)