• KANAL BERITA

DPRD DIY Ajak Warga Nonton Pertunjukan Wayang Kulit 

Gelorakan Semangat Kemerdekaan RI ke 73

 Ketua Komisi A Eko Suwanto saat beri keterangan seputar pergelaran wayang kulit di DPRD DIY. (Foto : suaramerdeka.com/Sugiarto) DPRD DIY Ajak Warga Nonton Pertunjukan Wayang Kulit
Ketua Komisi A Eko Suwanto saat beri keterangan seputar pergelaran wayang kulit di DPRD DIY. (Foto : suaramerdeka.com/Sugiarto) DPRD DIY Ajak Warga Nonton Pertunjukan Wayang Kulit

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Untuk menyemarakan peringatan ke - 73 Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, dan rangkaian peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945, DPRD DIY Rabu (25/7) bakal menggelar pergelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Duryudono Gugur, dengan dalang Ki Seno Nugroho. 

Ketua Komisi A DPRD DIY,  Eko Suwanto mengajak warga DIY untuk bersama menonton pagelaran wayang kulit sekaligus jadi ajang pelestarian atau nguri uri kebudayaan Jawa sebagai bagian dari kebudayaan nasional, agar generasi milenial mengetahui dan mengerti nilai nilai luhur yang dipesankan dalam pergelaran wayang kulit.

Pergelaran wayang kulit semalam suntuk digelar di halaman DPRD DIY Jalan Malioboro, Yogyakata, terbuka untuk umum ini bakal dihadiri oleh Forkompimda, camat dan lurah juga tokoh masyarakat dan masyarakat umum.

"Perjuangan kemerdekaan republik Indonesia merupakan hal yang prinsip dan penting untuk melepaskan diri dari penjajahan kolonialisme imperialisme agar dapat mengatur dan mengelola negara bangsa Indonesia secara merdeka dan berdaulat untuk wujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat dengan semangat Tri Sakti, berdaulat dalam politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan," kata Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan,  Eko Suwanto,  kemarin di Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakata.

Menurut Eko, lakon Duryudono Gugur melambangkan bagaimana ksatria Werkudoro bagai pejuang kemerdekaan yang memiliki watak berani, jujur, tabah dan konsisten dalam satunya kata dan perbuatan berjuang dan mengalahkan Duryudono yang memiliki watak seperti penjajah yang  penindas, culas, serakah serta angkuh dan sombong. 

Eko Suwanto menyebutkan, cerita ini memberikan pelajaran dan pesan bahwa sebagai generasi penerus bangsa harus bisa meneladani kesetiaan, keberanian, kejujuran serta cinta tanah air dan bangsa Indonesia. 

"Kita akan terus berjuang wujudkan cita cita Proklamasi kemerdekaaan negara Republik Indonesia, yakni membahagiakan hatinya bangsa Indonesia," kata Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta. 

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto dengan didampingi Kabag Humas & Protokol Setwan DIY, Budi Nugraha dan Kasubag Humas, Data dan IT. Eko Suwanto tampak membawa dan menunjukkan wayang Werkudoro menceritakan melalui simbol tokoh ini,  ada watak yang patut diteladani, di antaranya berani, jujur dan ikhlas berjuang membela kebenaran dan rakyat.

Wakil ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko Suwanto menambahkan, gelaran wayang juga sebagai model untuk merefleksikan peran besar rakyat Jogja dibawah kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwana IX dan KGPAA Pakulaman VIII yang turut berjuang dan memberikan pengorbanan dan kontribusi bagi perjuangan kemerdekaan dan usaha menjaga kemerdaan Indonesia dari gempuran penjajah. 

"Disinilah kita belajar agar rela berkorban dan ikhlas berjuang untuk kejayaan Indonesia Raya sekaligus merawat keistimewaan DIY. Kita harapkan masyarakat bisa hadir dan bersama sama menikmati pergelaran wayang kulit ini, tanpa dipungut biaya," kata politisi muda PDI Perjuangan, Eko Suwanto. 


(Sugiarto/CN19/SM Network)