• KANAL BERITA

Warga Blokade Jalan Desa Tangkil Tengah

Warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, menutup akses jalan setempat karena mengalami kerusakan. (suaramerdeka.com/Nur Khaeruddin)
Warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, menutup akses jalan setempat karena mengalami kerusakan. (suaramerdeka.com/Nur Khaeruddin)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Warga Desa Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan memblokade jalan desa setempat lantaran mengalami kerusakan parah, namun tak kunjung diperbaiki oleh pihak terkait. Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap sikap Pemkab yang tidak merespons keluhan warga.

Warga pada Minggu malam (22/7) menutup jalan dengan potongan papan kayu dan pelepah pisang di sejumlah ruas jalan yang rusak. Warga juga mengadang kendaraan berat, agar kerusakan tidak semakin parah. Akses jalan kembali dibuka, setelah dilakukan rapat antara warga dengan Muspika, serta perwakilan dari pemerintah.

Dalam rapat tersebut, warga mendapat kepastian pemerintah akan memperbaiki jalan tersebut, seperti dikatakan Arif (31), warga setempat. "Aksi ini karena kami resah, jalan yang rusak ini tidak diperbaiki," katanya.

Dikatakan, kondisi kerusakan jalan di Desa Tangkil Tengah sudah berlangsung setahun lebih, dengan kondisi jalan berlubang, berdebu, dan banyak aspal terkelupas, sehingga tidak nyaman dilalui pengguna jalan.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan di jalur tersebut vital bagi warga, mengingat jalan itu adalah akses alternatif dua kecamatan yakni Kedungwuni dan Tirto, setiap hari padat dengan kendaraan. "Kalau dibiarkan truk-truk melintas, bisa lebih rusak lagi," tandas Arif.

Proses Lelang

Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengatakan, saat ini perbaikan Jalan Tangkil Tengah sudah dalam proses lelang di ULP, melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah, senilai Rp 1 miliar untuk pengerjaan aspal di jalur tersebut.

"Untuk pengaspalan jalan sebenarnya tidak terlalu lama. Hanya saja, proses menuju pembangunan ini melewati prosedur. Tapi estimasi kami, akhir Agustus sudah mulai proses pengerjaan. Jadi setelah pemenang lelang ditentukan, maka langsung pelaksanaan," ungkap Wahyu.

Wahyu minta masyarakat bersabar menunggu proses perbaikan. Pemerintah bersungguh-sungguh untuk melakukan pembangunan sesuai harapan masyarakat, namun harus sesuai prosedur.


(Nur Khaeruddin/CN40/SM Network)