• KANAL BERITA

Unwahas Kirim Dosen Belajar Pengobatan Tradisional ke China

Dua dosen dari Unwahas foto bersama dengan peserta dengan peserta Pelatihan pengobatan tradisional di Kota Beijing, Tiongkok. Mereka berasal dari beberapa negara berkembang di dunia. (suaramerdeka.com/dok)
Dua dosen dari Unwahas foto bersama dengan peserta dengan peserta Pelatihan pengobatan tradisional di Kota Beijing, Tiongkok. Mereka berasal dari beberapa negara berkembang di dunia. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) mengirimkan dua dosen mewakili Indonesia dalam pelatihan pengobatan tradisional di Kota Beijing, Tiongkok. Mereka adalah Aqnes Budiarti dari Fakultas Farmasi dan Dian Inayati dari Fakultas Kedokteran.

Dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi suaramerdeka.com, Aqnes Budiarti menjelaskan, penunjukan Unwahas itu didasarkan pada komitmen mendukung dan berperan serta dalam upaya pemerintahan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Unwahas memiliki tiga fakultas dalam bidang kesehatan yaitu kedokteran, farmasi dan jasmani kesehatan rekreasi. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan itu, akan terjalin kerja sama di bidang pengobatan tradisional antara Indonesia khususnya Unwahas dengan Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya.

Sebelum keikutsertaan dalam pelatihan tersebut, Fakultas Farmasi Unwahas telah merintis berdirinya Pusat Kajian Obat Herbal dengan melihat potensi alam dan banyaknya industri Jamu di Jateng.  

Menurut Aqnes yang juga Dekan Fakultas Farmasi, pengobatan tradisional China sangat terkenal sejak zaman dahulu. Pengobatan tersebut terdiri dari pemakaian obat dari bahan alam atau yang dikenal dengan pengobatan herbal, akupungtur, pijat, bekam dan lainnya. Teknik pengobatan tradisional China atau dikenal secara internasional sebagai Traditional Chinese Medicine (TCM) memiliki potensi besar untuk diterapkan di negara berkembang. Hal inilah yang mendasari pemerintah Tiongkok mengadakan pelatihan-pelatihan pengobatan tradisional bagi negara berkembang dan untuk selanjutnya menjembatani hubungan harmonis dan kerja sama di bidang kesehatan berbasis alam antar negara.   

Pelatihan pengobatan tradisional China oleh Kementerian Perdagangan Republik Rakyat China bertajuk Seminar on Traditional Chinese Medicine Health-care for Developing Countries 2018 selama dua puluh hari dari 10-30 Juli 2018. Kegiatan itu dipusatkan di Kota Beijing tepatnya di Hotel Hang Yuan dengan panitia pelaksana Xiyuan Hospital yaitu rumah sakit terbesar di Beijing yang telah menerapkan pengobatan tradisional dalam hampir semua tindakan medisnya.

34 Orang

Peserta pelatihan terdiri dari 34 orang yang berasal dari negara Indonesia, Palestina, Oman, Nepal, Sri Langka, Georgia, Macedonia, Maroko, Nigeria dan negara berkembang lainnya. Selain pemberian materi pelatihan, juga dilakukan kunjungan-kunjungan antara lain di Rumah Sakit Xiamen, Universitas Xiamen dan perkebunan obat herbal Qingyuan Mountain.   

Pelatihan tersebut terdiri dari pemberian materi, diskusi, praktik dan teknik meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan dan perdagangan antarnegara dengan menggali potensi sumber daya alam dan sosial ekonomi masing-masing negara.

Selain itu, peserta diberi pelatihan seni beladiri rakyat China yang juga berfungsi untuk mempertahankan stamina dan kesehatan yaitu Taiji, Tuina dan Baduanjin. Pelatih berasal dari praktisi yang memiliki reputasi dan dari pihak Rumah Sakit Xiyuan. Materi pengobatan tradisional China yang diberikan meliputi metode keperawatan, teori dan teknik akupungtur, penanganan depresi, penyakit pencernaan, migrain, pengobatan kanker, patah tulang serta identifikasi tanaman dan pembuatan sediaan herbal untuk pengobatan tradisional.


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)