• KANAL BERITA

LDK Garda Terdepan Penangkal Radikalisme

Foto: FSLDK Indonesia menggelar Sekolah Kebangsaan di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7) dalam rangka meningkatkan peran serta LDK menangkal radikalisame. (suaramerdeka.com/dok)
Foto: FSLDK Indonesia menggelar Sekolah Kebangsaan di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7) dalam rangka meningkatkan peran serta LDK menangkal radikalisame. (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Dakwah Kampus harus menjadi garda terdepan dalam upaya menangkal radikalisame di Indonesia. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT), Brigjen Pol Hamli menegaskan, tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama adalah hal yang keliru, dan mahasiswalah yang harus berperan aktif menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tindakan terorisme yang membunuh orang yang tidak bersalah adalah kekeliruan, apalagi mereka mengatasnamakan agama kita (Islam). Dan adik-adiklah yang bisa mencegah kekeliruan ini”, katanya saat menjadi pembicara pada Sekolah Kebangsaan yang digelar Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia di Universitas Indonesia, Sabtu (21/7).

Sementara itu, Kepala Badan Intelkam Polri, Komjen Pol Lutfi Lubihanto, menegaskan, Polri membutuhkan mahasiswa untuk melakukan kontraideologi dengan lebih menggiatkan kegiatan yang memperkokoh nilai Pancasila.

"Bersama  mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus, Polri jadi merasa memiliki teman yang bisa diajak bergerak bersama untuk bisa terus mewujudkan persatuan Indonesia dan menangkal radikalisme," katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Dirjen Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, Didin Wahidin mengatakan, sebagai insan intelektual, mahasiswa harus aktif menjaga persatuan dengan mengokohkan ilmu pengetahuan, karakter, memahami era globalisasi, dan tidak melupakan nilai ke-Indonesiaan.

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi mengatakan, Sekolah Kebangsaan diikuti oleh 500 lebih pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dengan mengambil tema “Peran Masyarakat Kampus dalam Menjaga Persatuan Bangsa”. Acara itu adalah upaya mengokohkan semangat kebangsaan kader FSLDK dalam mensyiarkan Islam yang rahmatan lil 'alamin di tengah keprihatinan isu radikalisme yang bisa memecah belah bangsa.

Pada kesempatan itu, FSLDK Indonesia memberikan rekomendasi kajian ilmiah kepada BNPT untuk mendukug program deradikalisasi dari BNPT serta peresmian Sekolah Kebangsaan oleh Direktur Kemahasiswaan UI,  Arman Nefi. Sekolah kebangsaan berencana akan dijalankan di seluruh provinsi di Indonesia melalui LDK.


(Ryan Rachman/CN42/SM Network)