• KANAL BERITA

Proyek Jateng Park Tertunda, Calon Investor Tak Penuhi Persyaratan

Lokasi Wana Wisata Penggaron yang direncanakan sebagai lokasi Jateng Park (Foto Istimewa)
Lokasi Wana Wisata Penggaron yang direncanakan sebagai lokasi Jateng Park (Foto Istimewa)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pembangunan proyek besar di Jawa Tengah, Jateng Park kembali tertunda. Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam Setda Jawa Tengah Peni Rahayu mengatakan penundaan tersebut, karena belum ada satu investor mengikat kesepakatan dengan Pemprov Jateng.

Peni megungkapkan pihaknya sudah beberapa kali melakukan lelang terbuka untuk pembangunan wahana wisata di Hutan Penggaron, Desa Susukan, Kabupaten Semarang itu. Namun, pada lelang terakhir, tiga calon investor dinyatakan gagal lelang.

Diketahui, ada syarat yang diajukan pemprov tidak terpenuhi oleh calon investor. Salah satunya mengenai nilai share yang ditawarkan untuk PT Penggaron Sarana Semesta, selaku pengelola sekaligus pemilik lahan gabungan Pemprov Jateng dan Perum Perhutani.

Peni membenarkan, bahwa penentuan calon investor memang mensyaratkan dari nilai investasi yang ditawarkan serta berapa besar sharing kepada pemprov. Pihaknya sudah beberapa kali merevisi besaran nilai investasi, dari semula Rp2 triliun menjadi Rp1,8 triliun.

Menurut Peni, satu calon investor masih diberikan kesempatan dan waktu untuk memertimbangkan syarat yang diajukan pemprov tersebut.

“Akhirnya kita melakukan penunjukkan langsung ke PT Haka Sarana Investama dari Kalla Group. Saya sudah beberapa kali diundang dan komunikasi di Kalla Group, sekarang dalam proses untuk menyusun deal share investasi dan keuntungannya. Tapi, kami belum berani menunjuk bahwa dia benar-benar yang menjadi investor di situ. Sebab, mereka saja belum mau menyebutkan berapa share yang kita minta tadi,” kata Peni, baru-baru ini.

Lebih lanjut Peni menjelaskan, syarat yang diajukan kepada calon investor sebenarnya tidak baku dan bisa dikomunikasikan kembali. Misalnya untuk nilai investasi, bila di bawah atau di atas Rp1,8 triliun bisa disesuaikan dengan desain rencana pengembangan yang akan dilakukan.


(ER Maya/CN19/SM Network)