• KANAL BERITA

30 Tim Akan Mengikuti Liga Santri Nusantara Region I Jateng Tahun Ini

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

DEMAK, suaramerdeka.com – Liga Santri Nusantara (LSN) kerjasama antara Kemenpora dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) akan kembali digelar di tahun 2018 ini. Untuk di Jawa Tengah Region I, meliputi Karesidenan Semarang dan Karesidenan Pati, akan digelar di dua tempat.

Untuk eks karesidenan Pati akan digelar pada 5-10 Agustus 2018 di Stadion Krida Kabupaten Rembang, sementara eks karesidenan Semarang akan digelar pada 6-11 Agustus 2018 di Stadion Pancasila Kabupaten Demak.

Ketua Panpel LSN Region Jateng 1 Tahun 2018 M Nuris Salam menyebutkan, pada LSN Region I Jateng tahun ini diikuti oleh 30 tim. Yaitu 14 tim dari eks karesidenan Pati sedangkan untuk eks karesidenan Semarang sejumlah 16 tim.

Terkait pelaksanaan LSN 2018, ada kelonggaran persyaratan peserta. Yaitu sesuai ketentuan syarat peserta adalah santri yang lahir pada tahun 2001, namun ada kelonggaran setahun yakni yang lahir pada tahun 2000 namun maksimal hanya lima orang per tim.

“Jadi, yang tahun lalu sudah punya pengalaman ikut bermain, kali ini bisa ikut lagi,” katanya.

Koordinator Regional I Jateng LSN 2018 Fahsin M Faal mengatakan, LSN sudah digelar oleh Kemenpora bersama RMI sebanyak empat kali. Diharapkan, tahun-tahun berikutnya dapat terus terselenggara.

“Kalau pun tidak ada, kemarin Sekjend PSSI sudah menyampaikan akan menjadikan LSN sebagai agenda PSSI. Ini adalah kehormatan bagi kalangan santri untuk dapat berperan di sepakbola di Indonesia,” katanya.

Pada LSN 2018, nantinya juara dari masing-masing region akan mewakili daerah untuk bertanding di tingkat nasional yang rencananya digelar September 2018 mendatang di Surakarta Jateng.

Ditambahkannya, LSN yang pesertanya adalah para santri telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi sportifitas dan akhlak santri. Sehingga, diharapkan, dari LSN 2018 ini akan muncul lagi pemain muda yang mampu mewarnai sepakbola tanah air.

“Kami patut berbangga alumni LSN 2016 M Rafly menjadi top skor di Piala AFF 2018 di Sidoarjo lalu, berharap akan muncul lebih banyak lagi Rafly lainnya di LSN tahun ini,” tambahnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jateng KH Mandzur Labib atau Gus Mandzur,mengatakan, di era sekarang santri bukan hanya sekadar dakwah di daerahnya ketika pulang dari pesantren. Tapi sekarang, medan juang sudah meluas, salahsatunya santri dapat memberikan contoh dalam sebuah kompetisi.

“Kompetisi LSN ini misalnya, bagaimana menjadi atlet yang berprestasi serta berakhlakukl karimah,” tambah dia.

Gus Mandzur juga mengatakan, M Rafly adalah alumni LSN tahun kedua di bawah RMI. Maka, diharapkan di LSN tahun ini kembali muncul atlet yang berprestasi.

“Semoga juara nanti dari Region I Jateng. Tahun kemarin ada dua wakil dari Jateng yaitu Manbaul Hikmah (Manhik) dan Ponpes Walisongo Sragen yang masuk nasional,” katanya.


(Puthut Ami Luhur/CN34/SM Network)