• KANAL BERITA

Berbekal Info Masyarakat dan Operasi Senyap Sejak April 2018

KPK Tangkap Kalapas Sukamiskin

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tertangkapnya Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berawal dari info masyarakat tentang praktik suap di lapas tersebut. Kemudian KPK menggelar operasi senyap sejak April 2018. Demikian penjelasan awal Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, Sabtu (21/7).

"Atas informasi dari masyarakat, tim menelusuri sejumlah informasi dan petunjuk hingga pada Jumat, 20 Juli 2018, tim KPK kemudian mengamankan Kalapas, WH (Wahid Husen), dan istrinya di kediamannya di Bojongsoang, Bandung sekitar pukul 22.15 WIB," kata Laode.

KPK menyita dua unit mobil yaitu Mitsubishi Triton Exceed warna hitam, dan Mitubishi Pajero Dakkar warna hitam di rumah Wahid. Selain mobil, tim juga mengamankan sejumlah uang dari kediaman Wahid Husen. Uang yang berhasil disita tim KPK yakni berjumlah Rp20 Juta dan 410 dollar AS. "Dua mobil serta uang yang disita langsung dibawa tim ke kantor KPK di Jakarta. Sedangkan, WH, kami bawa ke Lapas Sukamiskin," kata Laode.

Di tempat terpisah, tim KPK lainnya menangkap Hendri dari kediamannya di daerah Bandung Timur. Dari tangan Hendri, tim menyita uang Rp27 juta. "Di Lapas Sukamiskin, tim memasuki dua sel narapidana atas nama FD (Fahmi Darmawansyah) dan AR (Andri Rahmat)," kata Laode.

Di kamar sel keduanya, tim mengamankan uang berikut catatan pendanaan. Tim KPK juga mengamankan sebuah dokumen pembelian, serta pengiriman mobil Mitsubishi Triton. "Dari sel AR, tim juga mengamankan Handphone sebagai peralatan komunikasi," kata Laode.

Selanjutnya, tim menggeledah kamar sel narapidana Charles Mesang, Fuad Amin, dan TB Chaeri Wardhana (Wawan). Namun, tim tidak menemukan Amin dan Wawan di dalam selnya. KPK kemudian menyegel sel Wawan dan Fuad Amin.

Sementara di Jakarta, KPK mengamankan aktris Inneke Koesherawati di kediamannya, di kawasan Menteng, Sabtu (21/7) pukul 01.00 WIB.


(VVN/CN40/SM Network)