• KANAL BERITA

Kesehatan Terjamin, Dukung Sukseskan Pendidikan

Beberapa petugas kesehatan saat memeriksa pasien, disaksikan pengasuh ponpes Baitul Muqodas, KH Tajudin Shorih didampingi Officer Djarum Foundation Pekalongan, M Ali Subhan Ali Subhan, Sabtu (21/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Beberapa petugas kesehatan saat memeriksa pasien, disaksikan pengasuh ponpes Baitul Muqodas, KH Tajudin Shorih didampingi Officer Djarum Foundation Pekalongan, M Ali Subhan Ali Subhan, Sabtu (21/7). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Pentingnya menjaga kesehatan bagi anak-anak pondok pesantren (ponpes), mendukung kesuksesan dalam keberlangsungan belajar mengajar. Belajar agama, hafalan Al quran, hadist, ilmu fikih dan  sebagainya akan lancar dan sukses bila kita sehat. Nasihat itulah yang disampaikan pengasuh ponpes Baitul Muqodas, KH Tajudin Shorih, dalam kegiatan pengobatan massal Pelayanan Medis Masyarakat Jawa Tengah yang digelar Djarum Foundation, bekerja sama dengan Yayasan Bina Insan Negeri (YBIN), Sabtu (21/7).

''Kami ingin menghilangkan anggapan bahwa santri itu sering punya penyakit kulit, atau gatelen. Maka itu, kami ingin para santri yang belajar di pondok ini bisa sehat. Dapat pelayanan keselahatan sehingga tak terganggu dalam menimba ilmu,'' papar KH Tajudin, di sela-sela pelayanan pengobatan di ponpes Baitul Moqodas, Desa Kranji, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Pihaknya mengakui memang yang dikeluhkan selain gatal-gatal kulit, juga santri sering mengeluhkan sakit maag. Sehingga kesempatan yang baik ini hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya oleh santri dan warga sekitar ponpes. ''Di pondok sebenarnya sudah punya Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) untuk melayani para santri dan santriwati. Istiahnya pertolongan pertama bila ada yang sakit. Apabila sakitnya perlu penanganan, biasanya dirujuk di puskesmas yang ada rawat inapnya,'' papar dia.

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga hampir sore hari itu, tak kurang dari 632 pasien yang ikut dalam kegiatan pengobatan massal ini. Para santri, pengasuh pondok serta  masyarakat di sekitarnya memenuhi dengan sabar menunggu memeriksakan kesehatannya.

Pelayanan medis secara cuma-cuma tersebut memang sangat dibutuhkan warga. Sebanyak 10 petugas kesehatan dari puskesmas setempat, melayani dan memeriksa dengan sabar. ''Semua diperiksa kesehatannya, bila perlu dicek gula darah, kolesterol dan asam urat. Nanti diberi resep untuk menebus obat secara gratis. Yang penting warga dan anak-anak ponpes bisa sehat dan dapat melanjutkan aktivitas seperti biasanya,'' kata Ketua YBIN, Sri Widiastuti

Sedangkan Officer Djarum Foundation Pekalongan, M Ali Subhan, berharap warga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang sifatnya langsung tertuju kepada warga dan lingkungan ponpes Baitul Muqodas.

''Ini menjadi sebuah bentuk kepedulian kami untuk masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Apalagi mereka jauh dari puskesmas. Kami berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan untuk kebersamaan,'' tutur Ali.

Selain mengadakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal, pihaknya juga menggelar beberapa kegiatan sepeti Bakti Olahraga, Lingkungan, Pendidikan dan Budaya. ''Kami ingin jalinan kerja sama dengan masyarakat yang sudah bagus ini, bisa terus dikembangkan di masa yang akan datang, demi kebaikan bersama,'' ungkapnya lagi.


(Irawan Aryanto/CN40/SM Network)