• KANAL BERITA

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Tunjuk Pelaksana Harian Lapas Sukamiskin

Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham menunjuk Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Jabar, Alfi Zahrin Kiemas untuk mengendalikan Lapas Sukamiskin pasca OTT Kalapas, Wahid Husen. 

Penunjukan pelaksana harian itu untuk memastikan operasional Lapas khusus napi koruptor itu tak terganggu karena orang nomor satunya dicokok KPK bersama ajudannya dan dua penghuninya.

"Sudah ditunjuk, Kadivpasnya langsung," jelas Sesditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Liberty Sitinjak didampingi Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Indro Purwoko sesaat sebelum bertolak menemui Menkumham, Yasona Laoly di Lapas Sukamiskin Bandung, Sabtu (21/7).

Meski Wahid Husen ditangkap, Liberty mengklaim bahwa aktivitas rutin di Sukamiskin tak terganggu. Dia sendiri tiba sekitar Pukul 14.00 Wib setelah kabar Kalapas Sukamiskin di-OTT KPK merebak pagi harinya. Tak lama kemudian, Indro datang menyusul.

Kedatangannya untuk mengumpulkan data-data terkait dengan peristiwa Sabtu dinihari itu. Usai mendapatkan data-data, Liberty enggan menjelaskan temuannya. Dalihnya, keterangan tersebut bakal disampaikan Menkumham. 

Dia pun memilih bergeming bahwa penangkapan itu terkait dugaan suap atas pemberian fasilitas dan izin keluar Lapas.

"Saya tak bicara itu, kami menanggapi peristiwa tadi pagi, untuk yang lain saya pikir tak dalam konteks pembicaraan hari ini," tandasnya.

Kendati demikian, Liberty Sitinjak tak menampik adanya dua warga binaan yang ikut diangkut bersama Kalapas oleh KPK. Mereka adalah Andri dan Fahmi Darmawansyah. 

Dia pun menegaskan bahwa dua napi yakni Fuad Amin dan Tb Chaeri Wardana yang tak berada di selnya dalam kondisi sakit.

"Yang dikatakan itu sakit," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar, Indro Purwoko membenarkan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen dicokok penyidik KPK, Sabtu (21/7) dinihari. 

Hanya saja dia belum mengetahui detail alasan di balik operasi tangkap tangan tersebut. Pihaknya masih menunggu penjelasan resmi lembaga antirasuah itu.

"Iya betul," tandasnya saat dihubungi wartawan.

"Kita tunggu proses hukum KPK," imbuh mantan Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kemenkumham RI itu.

Dari informasi yang diperoleh, Wahid Husen yang baru 4 bulan menjabat Kalapas Sukamiskin dibawa penyidik KPK pada Sabtu dinihari. Sebelumnya, dia sempat dibawa ke Lapas tersebut oleh petugas KPK untuk melakukan penggeledahan terhadap sejumlah kamar napi.

Di antaranya atas nama Andi dan Fahmi Darmawansyah. Kemudian penggeledahan itu berlanjut ke kamar Fuad Amin dan Tb Chaeri Wardana. 

Hanya saja, keduanya tak ada di kamarnya karena sakit dan tengah menjalani perawatan RS di luar Lapas. Petugas KPK lantas melakukan penyegelan terhadap kamar tersebut.

Tak hanya itu, penggeledahan digelar pula di ruang kantor bagian perawatan dan ruang Wahid Husen yang sebelumnya menjabat Kalapas Madiun itu. Petugas juga menyegel filing kabinet yag berada di ruang tersebut.

Tak lama kemudian, sekitar Pukul 01.30 Wib, Wahid Husen bersama ajudannya, Hendri berikut Fahmi Darmawansyah dan Andri dibawa berikut sejumlah berkas oleh petugas KPK meninggalkan Lapas Sukamiskin.

Di tengah kabar OTT terhadap Kalapas Wahid Husen merebak, aktivitas kunjungan di Sukamiskin yang merupakan Lapas penampung napi koruptor itu terpantau relatif normal, Sabtu (21/7).

Kondisi itu terpantau dari penuhnya halaman parkir Lapas yang terletak di timur Kota Bandung itu. Para pembesuk itu merupakan keluarga dan kerabat napi.

Mereka ada yang datang secara berombongan mau pun dalam jumlah kecil. Tak lupa, mereka membawa barang bawaan. Mereka kemudian masuk melalui pintu utama yang berwarna merah.


(Setiady Dwi/CN42/SM Network)