• KANAL BERITA

Banyak Pelanggaran Lalin di Kawasan Pecinan

MELANGGAR: Petugas menilang pemilik sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas di kawasan Jalan Pemuda (Pecinan) Magelang dalam kesempatan operasi KTL oleh tim gabungan.   (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)
MELANGGAR: Petugas menilang pemilik sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas di kawasan Jalan Pemuda (Pecinan) Magelang dalam kesempatan operasi KTL oleh tim gabungan. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Polisi Militer, Polres Magelang Kota, Disperindag, dan Humas Pemkot Magelang masih menemukan pelanggaran lalu lintas (lalin) di Jalan Pemuda (Pecinan). Padahal, Operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) terhitung sering dilakukan.

Kepala Seksi Pengendalian Operasional dan Perparkiran Dishub Kota Magelang, Budiyono mengatakan, petugas mengamankan tiga sepeda motor yang melanggar aturan di kawasan Pecinan. Dua motor diamankan lantaran parkir di trotoar, sedangkan satu motor melintas trotoar dan melawan arah.

“Dua motor parkirnya sembarangan di trotoar. Kalau yang satu motor melaju di atas trotoar tanpa dilengkapi lampu depan dan juga melawan arus. Tentu ini melanggar lalu lintas,” ujarnya dalam operasi KTL, Jumat (20/7).

Dia menuturkan, dua sepeda motor yang parkir di jalur lambat Jalan Pemuda itu adalah milik karyawan sebuah toko di kawasan itu. Padahal, seharusnya mereka memiliki kesadaran tinggi dan memberi contoh bagi yang lain, bukan malah melanggar.

“Pelanggaran ini tidak hanya membahayakan, namun juga melanggar hak pejalan kaki. Mereka harusnya berkoordinasi dengan petugas parkir agar mereka bisa parkir di lahan parkir sesuai dengan jam kerja,” katanya.

Namun demikian, petugas akhirnya hanya memberikan himbauan kepada dua orang pemilik sepeda motor itu agar tidak mengulangi perbuatannya. Adapun satu sepeda motor yang ketahuan melawan arah dan tanpa kelengkapan lampu terpaksa harus ditilang oleh petugas kepolisian.

Dalam operasi ini, Budiyono menyebutkan, petugas juga menemukan banyak pelanggaran lain. Di antaranya kendaraan parkir di jalur lambat, parkir di atas zona merah, angkutan desa yang tidak parkir pada tempatnya, dan pejalan kaki yang menyeberang tidak melalui zebra cross.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran dan tertib berlalu lintas. Meski diakuinya jumlah pelanggaran saat ini terus mengalami penurunan.

“Parkirlah di kantong parkir yang sudah disediakan. Jangan parkir di trotoar, karena mengganggu pejalan kaki, sepeda, becak, dan lainnya,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN41/SM Network)