• KANAL BERITA

Dongkrak Nilai Ekspor di Negara Non Tradisional, Pemerintah Perlu Lakukan Beberapa Upaya

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia harus mempertimbangkan negara-negara non tradisional yang berpotensi besar untuk menyerap produk-produk ekspornya. Peneliti CIPS, Novani Karina Saputri menyebut, pemerintah harus segera menganalisa dengan baik seputar keuntungan yang selama ini telah diperoleh dari transaksi perdagangan Internasional dengan negara non tradisional.

"Indonesia tidak hanya mengandalkan ekspor ke negara selama ini sudah lama mengadakan perjanjian dagang, tetapi juga harus melebarkan sayap ekspor ke negara-negara non tradisional dengan memperhatikan pasar dan kebutuhan di negara tersebut. Perlu adanya upaya untuk membentuk segmen pasar dalam negeri yang mampu menyediakan kebutuhan-kebutuhan negara non tradisional. Beberapa negara-negara non tradisional mengalami pertumbuhan ekonomi yang menggiurkan dan ini tepat bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor ke negara tersebut," jelasnya.

Mantan peneliti Lembaga Manajemena Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini juga mengatakan, logikanya, negara-negara tradisional yang selama ini mengadakan transaksi perdagangan dengan Indonesia pasti juga sedang menyesuaikan gejolak global yaitu tingginya harga komoditas.

Jadi perlu adanya upaya "diversifikasi" pasar yang sebelumnya belum maksimal bekerjasama dengan Indonesia dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang bagus. Pasar yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang bagus, akan memberikan peluang bagus untuk surplus perdagangan Indonesia.

Negara-negara seperti Arab, Turki dan Bangladesh memiliki peluang yang bagus karena ketiga negara ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat. Belum lagi Afrika yang sekarang mengalami pertumbuhan penduduk yang relatif cepat sehingga diprediksi kebutuhan akan produk-produk tertentu pun akan meningkat.

"Pemerintah perlu melakukan beberapa upaya untuk mendongkrak nilai ekspor di negara-negara non tradisional, seperti meninjau kawasan yang memiliki potensi daya beli yang tinggi. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan kerjasama bilateral dengan negara-negara non tradisional lewat kerangka seperti CEPA dan PTA yang dapat memberikan keuntungan dalam perdagangan seperti penghapusan dan/ pengurangan hambatan bea masuk," kata dia.

Pemerintah juga dapat menciptakan pasar baru yang mampu memproduksi produk-produk dengan kualitas yang sesuai dengan harapan pasar di negara-negara non tradisional, sehingga Indonesia harus menciptakan potensi bisnis baru yang dapat memaksimalkan nilai ekspor.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)