• KANAL BERITA

PT Angkasa Pura I Mulai Tuntaskan Pengsongan Lahan NYIA

23 Rumah Warga Dikosongkan dan Dirobohkan

PENGOSONGAN LAHAN: Proses pengosongan lahan untuk pembangunan bandara NYIA di wilayah Desa Glagah, Temon, Kulonprogo, Kamis (19/7). (SM/Panuju Triangga)
PENGOSONGAN LAHAN: Proses pengosongan lahan untuk pembangunan bandara NYIA di wilayah Desa Glagah, Temon, Kulonprogo, Kamis (19/7). (SM/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com  – PT Angkasa Pura I bersama Pemkab Kulonprogo mulai melakukan penuntasan pengosongan lahan terhadap 33 rumah warga yang masih menolak dan bertahan di dalam wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), di Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon, Kamis (19/7).

Pada hari pertama penuntasan pengosongan lahan tersebut berhasil dikosongkan dan dirobohkan 23 rumah. Proses pengosongan dilakukan dengan membacakan maklumat agar warga yang masih berada di dalam rumah segera keluar mengosongkan rumah dan lahan karena akan digunakan untuk pembangunan NYIA.

Sebagian besar warga tetap menolak dan mengunci rapat pintu. Setelah melakukan himbauan, petugas kemudian mencongkel pintu dan mengajak penghuninya keluar. Warga yang menolak pun terpaksa digotong ke luar rumah dan barang-barang yang ada di dalam rumah juga dikuluarkan. Setelah rumah benar-benar kosong kemudian dirobohkan dengan backhoe.

“Hari ini kami melaksanakan proses tahapan pengosongan lahan terhadap 33 rumah, 36 KK, yang masih ada di lokasi IPL bandara,  sampai sore kita selesaikan 23 rumah,” kata Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, R Sujiastono. Pengosongan lahan rencananya akan dilanjutkan hari berikutnya.

Juru Bicara Proyek Pembangunan NYIA, Agus Pandu Purnama mengatakan, pelaksanaan pengosongan lahan berjalan tertib dan sesuai dengan perencanaan. Dalam pengosongan lahan, sudah disiapkan kendaraan untuk mengangkut warga untuk dipindahkan ke tempat relokasi yang telah disiapkan, kendaraan untuk mengangkut barang, maupun untuk mengangkut hewan ternak.

“Kami sudah menyiapkan 20 rumah kontrakan (yang disewakan) di Glagah dan Palihan, ada sebagian yang memanfaatkan rumah kontrakan ini namun sebagian besar ada keinginan dari warga tersebut memindahkan barangnya di rumahnya sendiri maupun di rumah saudaranya,” katanya. Selain rumah yang disewakan, untuk pemindahan warga Pemkab juga menyediakan rumah susun.

PT Angkasa Pura I menegaskan bahwa proses pembebasan lahan sudah selesai 100 persen. Pembayaran ganti rugi sudah dilakukan secara langsung bagi warga yang menerima dan bagi warga yang menolak dilakukan dengan penitipan atau konsinyasi di pengadilan. Selain itu, PT Angkasa Pura I juga sudah memberikan surat peringatan sejak Januari lalu serta berkali-kali himbauan agar warga yang menolak segera keluar dari wilayah IPL.

“Kami sudah memberikan waktu yang cukup kepada warga untuk menyelesaikan segala administrasinya, namun waktu yang sudah kami berikan tidak dimanfaatkan oleh warga. Sehingga hari ini terakhir, karena minggu depan kita sudah mulai masuk fase konstruksi. Target kami April 2019 bandara ini operasional,” kata Pandu.

Proses pengosongan tersebut mendapat penolakan dari sebagian besar warga yang masih bertahan, meski sebagian ada juga warga yang sudah mengosongkan rumahnya. "Aku dunia akhirat ora ikhlas, Sing Kuoso sing nyekseni (Saya dunia akhirat tidak ikhlas, Yang Kuasa yang menjadi saksi)," kata salah satu warga, Ponirah.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution mengatakan, pengamanan dilakukan personil gabungan sebanyak 700 personil melibatkan dari Pemda TNI AD, TNI AU dibantu relawan dari Pemkab dan PT Angkasa Pura I. Relawan bertugas membantu memindahkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah relokasi warga. Ada sekitar 80 orang relawan yang diterjunkan untuk membantu proses pengosongan lahan tersebut.


(Panuju Triangga/CN34/SM Network)