• KANAL BERITA

SMK Dituntut Ikuti Perkembangan Zaman

Motivator senior Marlock (67) memberi materi saat menjadi narasumber seminar revitalisai SMK di SMK 1 Tengaran, Kamis (19/7). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Motivator senior Marlock (67) memberi materi saat menjadi narasumber seminar revitalisai SMK di SMK 1 Tengaran, Kamis (19/7). (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SEMARANG, suaramerdeka.com - SMK dituntut terus berubah dan berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman. Jika tidak, lulusannya akan sulit bersaing di dunia usaha dan dunia industri.

Hal itu disampaikan motivator senior Marlock (67) saat menjadi narasumber seminar revitalisai SMK di SMK 1 Tengaran, Kamis (19/7). Seminar dihadiri para keluarga besar SMK 1 Tengaran dan  para kepala SMK se-Kabupaten Semarang. Sedangkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jateng diwakili Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah I, Bagus Suryanto, sekaligus membuka acara.

Marlock mengatakan, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, maka ia mengajak SMK melakukan perubahan. Menurutnya, revitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

"Dalam Instruksi Presiden itu agar memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan SMK yang bermutu sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing. Juga menyediakan pendidik, tenaga kependidikan, sarana, dan prasarana SMK yang memadai dan berkualitas," tuturnya.

Menurut Marlock, Inpres ini juga ditujukan kepada para gubernur di Indonesia. Namun menurutnya, masih banyak gubernur yang belum menjalankan instruksi ini.  

Sementara itu Kepala SMK 1 Tengaran Sriyanto menambahkan, dengan kegiatan ini, ia mengajak para guru dan kepala SMK merubah paradigma dan cara mengajar. Sebab, saat ini kondisi SMK sedang menuju transisi perubahan.

"Kami ingin mengajak seluruh SMK di Kabupaten Semarang melakukan revitalisasi SMK secara bersama-sama. Sebab revitalisasi tidak bisa sendirian," katanya.

Yang diperlukan dalam revitalisasi, lanjut Sriyanto, adalah perubahan pola fikir. Zaman sudah berubah sehingga dibutuhkan inovasi-inovasi.  

Bagi pihak luar, kami berharap bisa memberi daya dukung sekolah. Misalnya, ikut menjaga anak-anak saat di luar sekolah. Beri ruang bagi siswa untuk belajar dan  bergaul untuk mengembangkan potensinya. Pihak luar yang dimaksud adalah  orang tua, masyarakat, lembaga-lembaga, kepolisian, dan lainnya.

"Kita harus berubah. Jangankan SMK, perusahaan raksasa dunia pun melakukan perubahan. Jika tidak, akan hancur ditelan zaman. Untuk mengikuti perubahan ini tidak sulit.   Harapan bagi semuanya, mari bersama-sama SMK untuk berubah sesuai perkembangan zaman," ucapnya.    


(Moch Kundori/CN40/SM Network)