• KANAL BERITA

Hingga Agustus, Karimunjawa Masih Padat Wisatawan

PENGUNJUNG KARIMUNJAWA: Dua turis saat cek administrasi di Dermaga Pantai Kartini sebelum berangkat dengan kapal Bahari Express ke Karimunjawa, Senin lalu.   (Foto: suaramerdeka.com/Muhammadun Sanomae)
PENGUNJUNG KARIMUNJAWA: Dua turis saat cek administrasi di Dermaga Pantai Kartini sebelum berangkat dengan kapal Bahari Express ke Karimunjawa, Senin lalu. (Foto: suaramerdeka.com/Muhammadun Sanomae)

KARIMUNJAWA, suaramerdeka.com – Meski musim liburan sekolah sudah usai, Karimunjawa masih padat wisatawan. Kunjungan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia juga luar negeri masih ramai. Diperkirakan masih akan ramai hingga akhir Agustus mendatang.

Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman, Rabu (18/7) mengatakan, puncak wisatawan datang ke Karimunjawa pada 2018 ini terjadi pada Juni hingga awal Juli. Namun khusus wisatawan mancanegara diperkirakan masih akan ramai hingga Agustus mendatang. “Cuaca masih relatif bagus, dan ini masih musim liburan. Hari-hari ini masih sangat ramai, dan kami perkirakan sampai Agustus nanti,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, titik-titik yang digemari wisatawan adalah snorkling di beberapa pulau terdekat Karimunjawa, misalnya di perairan Pulau Menjangan Kecil, lalu ke Taka Sendok, sebagian ke perairan Pulau Geleang, lalu berakhir dengan menikmati matahari terbenam di Tanjung Gelam. “Ada banyak titik kunjungan, termasuk di darat, namun wisatawan mancanegara paling favorit adalah snorkling menikwati pemandangan terumbu dan ikan karang,” lanjut Arif.

Kapal Bahari Express pada keberangkatan Senin lalu cukup penuh penumpang, dan banyak wisatawan mancanegara. Saat puncak kepadatan wisatawan pertengahan Juni hingga awal Juli, banyak rencana wisatawan ke Karimunjawa yang tertunda karena tiket cepat habis. Hal itu dirasakan warga Karimunjawa. “Amat sulit mendapatkan tiket saat puncak liburan,” kata Nida, warga Karimunjawa.

Sholihul, nelayan asal Karimunjawa mengungkapkan, sepanjang musim liburan dan padat wisatawan ia lebih sering mengggunakan perahunya untuk mengantar wisatawan menikmati wisata bahari dari pulau ke pulau ketimbang untuk mencari ikan. Perahu milik Sholihul berkapasitas maksimal 15 orang dan disewakan Rp 450 ribu untuk mengantar wisatawan pagi hingga terbenam matahari. 

 


(Muhammadun Sanomae/CN41/SM Network)