• KANAL BERITA

Damri Keberatan Kelola Koridor 4 BST

Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi, kemarin. Koridor 1 merupakan jalur bus BST yang dikelola Perum Damri. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 berhenti di selter Jalan Slamet Riyadi, kemarin. Koridor 1 merupakan jalur bus BST yang dikelola Perum Damri. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Manajemen Perum Damri keberatan mengelola koridor operasional Koridor 4 Batik Solo Trans (BST), lantaran khawatir merugi. Pihaknya bersedia mengelola koridor tersebut, namun Damri meminta subsidi operasional.

"Koridor 4 adalah jalur baru. Jika memang kami diminta untuk mengoperasikan koridor tersebut, maka kami tetap meminta subsidi operasional. Jika tidak, maka kami harus mendapatkan izin dari direksi terlebih dahulu," ungkap Manajer Umum Perum Damri Surakarta, Sentot Bagus Santoso, Selasa (17/7).

Menurut Sentot, permintaan subsidi tersebut dinilai wajar dalam operasional bus kota. Persoalan subsidi ini menjadi salah satu kendala terbesar dalam realisasi operasional Koridor 4. Subsidi mencakup biaya langsung untuk operasional 12 bus, seperti gaji sopir, BBM dan biaya pemeliharaan bus.

"Apalagi jalur itu merupakan trayek rintisan. Berdasarkan pengalaman saat mengelola Koridor 8 (jalur lama Koridor 4), kami cenderung merugi karena load factor (tingkat keterisian penumpang) paling banter hanya 15 persen dari kapasitas bus. Lagipula pesaing di transportasi umum sudah banyak," jelasnya.

Namun, pemkot enggan memenuhi permintaan tersebut. Selain keterbatasan anggaran, alasan lain adalah rute Koridor 4 merupakan jalur lintas kabupaten/kota. Pemkot berpendapat, semestinya subsidi itu diberikan Pemprov Jateng.

Pertemuan kedua pihak guna membahas masalah tersebut terakhir dilangsungkan di Balai Kota pada awal April. "Jawaban atas permintaan pemkot terkait pengelolaan Koridor 4 itu sudah dikirimkan oleh direksi. Intinya kami belum berani mengoperasikannya tanpa subsidi, karena itu adalah trayek rintisan," tegas Sentot.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno mengaku, bakal berkoordinasi kembali dengan manajemen Perum Damri. Bbahkan mempertimbangkan kembali wewenang yang diberikan pemkot kepada Perum Damri, dalam pengelolaan Koridor 1. "Akan kami surati lagi. Jika menolak, ya (pengelolaan) Koridor 1 sekalian dilepas saja," tandasnya.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)