• KANAL BERITA

Ganjar Ajak Ulama-Umara Makin Bersinergi

Gubernur Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi foto bersama dengan Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Achmad dan para ulama usai silaturahmi di rumah KH Moeslichan Syukron Jl Gondomono no2, Kokrosono Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Gubernur Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi foto bersama dengan Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Achmad dan para ulama usai silaturahmi di rumah KH Moeslichan Syukron Jl Gondomono no2, Kokrosono Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak ulama dan umara makin bersinergi untuk menyelesaikan berbagai persoalan umat. ''Pilihan gubernur, pilihan bupati dan wali kota baru saja usai. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman. Masyarakat juga guyub dan rukun. Sebentar lagi kita menghadapi pilihan presiden, pilihan legislatif dan pilihan DPD. Mari kita jaga suasana ini,'' katanya.

Ajakan Ganjar itu disampaikan saat menghadiri silaturahmi slapanan ulama-umara di rumah Mustasyar PCNU Kota Semarang KH Moeslichan Syukron Jl Gondomono no 2, Kokrosonom, Semarang, belum lama ini.

Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan tidak formal tersebut dihadiri sejumlah kiai antara lain Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng KH Achmad, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, Ketua PCNU KH Anashom, Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ahmad Hadlor Ikhsan, mantan Ketua PWNU Jateng KH Moh Adnan dan lain-lain.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Kota Semarang menjadi barometer dan contoh kota-kota lain karena menjadi Ibu Kota Provinsi Jateng. ''Alhamdulillah sampai hari ini situasi keamanan dan ketertiban semua berjalan dengan baik. Semuanya karena kerja sama yang sangat akrab antara ulama dan umara. Pertemuan ini sudah berjalan rutin setiap selapanan sekali,'' kata Hendy.

Karena ulama dan umara atau pejabat pemerintah sering bertemu sehingga setiap persoalan yang diperkirakan akan bisa menimbulkan pemicu gangguan bisa segera diatasi secara dini.

Gubernur Ganjar Pranowo tertarik dengan pertemuan selapanan ulama-umara di Kota Semarang itu. Dia berniat meniru model silaturahmi seperti itu di tingkat Jawa Tengah. Ganjar merasa yakin bila suasana aman dan tenteram di Jateng karena para ulama ahlussunnah waljamaah menjaga suasana ukhuwwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyyah dengan menjaga nilai-nilai tradisi lokal yang ada.

Pengawasan Masjid

Pada kesempatan itu para kiai meminta pemerintah baik Ganjar mau pun Hendy meningkatkan pengawasan kepada masjid-masjid yang dikelola pemerintah (BUMN) dan kampus-kampus yang terindikasi mengajarkan ajaran radikal.
 
''Sudah banyak hasil survei dan penelitian baik yang dilakukan lembaga resmi pemerintah, kampus mau pun ormas yang menyebutkan banyak masjid di lingkungan BUMN dan kampus yang terindikasi radikal,'' tutur Kiai Anashom, Ketua PCNU Kota Semarang.

Dia minta agar hasil temuan tersebut disikapi dan ditindaklanjuti agar generasi muda di Jateng dan Kota Semarang tidak teracuni oleh ajaran radikal yang pada akhirnya akan membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


(Agus Fathuddin/CN40/SM Network)