• KANAL BERITA

Pelaku Ekonomi Jogja Dukung Pembangunan Bandara Baru

Indro Kimpling Suseno besama Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan Masyarakat Perduli Bandara NYIA bacakan deklrasi di Kampayo XT Square, Umbulharjo, Yogyakarta. (suaramerdeka.com/ Sugiarto)
Indro Kimpling Suseno besama Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan Masyarakat Perduli Bandara NYIA bacakan deklrasi di Kampayo XT Square, Umbulharjo, Yogyakarta. (suaramerdeka.com/ Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan Masyarakat Perduli Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), mendeklarasikan dukungan atas pembangunan Bandara International NYIA di Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Deklarasi dibacakan Indro Kimpling Suseno, dengan disaksikan para pelaku ekonomi dan masyarakat Yogyakarta yang mendukung pemerintah dalam melakukan pembangunan infrastruktur bandara dengan disaksikan Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi di Kampayo XT Square, Jalan Veteran, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (16/7).

Dalam deklrasi tersebut, mereka meyakini pembangunan bandara baru itu sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Sebab, lanjut Kimpling, panggilaran akrab Indro Kimpling Suseno, Ketua Kampayo XT Square, bakal meningkatkan kesejahteraan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

Membuka akses internasional bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya secara langsung. Sekaligus menampung tenaga kerja berbagai strata keahlian dengan jumlah cukup besar. Membuka peluang usaha bagi masyarakat luas. Meningkatkan akses kunjungan pariwisata, pendidikan, perdagangan dan perekonomian ke semua penjuru wilayah domestik dan internasional.

''Atas dasar itu, kami yang tergabung dalam Komunitas Ekonomi Jogja Istimewa dan Masyarakat Peduli Bandara NYIA yang diwakili Kadin/Asosiasi/Himpunan, Organisasi Profesi/Kemasyarakatan/LSM, BUMN/BUMD/BUMS/BUMDes, IKM/UKM,'' katanya.

''Dunia Perbankan, warga terdampak dan berbagai Pelaku Ekonomi Jogja menyatakan dukungan penuh atas pembangunan Bandara NYIA di Temon, Kulonprogo,'' tambah Kimpling dalam membacakan deklarasinya.

Berkaitan dengan itu, maka para pelaku ekonomi Yogyakarta berharap proses pembangunan bandara dan pengelolaan ke depan, mengutamakan partisipasi pelaku usaha Yogyakarta dan warga lokal sesuai kualifikasi dan klarifikasi yang berlaku. ''Kami berharap masyarakat setempat bisa memanfaatkan peluang tersebut,'' katanya lagi.

Sementara Direktur  Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam kesempatan itu mengatakan, sebenarnya saat ini pembangunan bandara baru di Yogyakarta sudah terlambat. ''Seharusnya bandara baru ini, sudah beroperasi sepuluh tahun lalu,'' katanya di sela-sela deklarasi.

Lebih lanjut Faik Fahmi mengatakan, kondisi Bandara Adisutjipto Yogyakarta sebenarnya saat ini sudah tidak layak untuk meningkatkan layanan kepada pengguna jasa penerbangan karena fasilitasnya kurang. ''Tadi pagi sebelum mendarat di Adisutjipto, pesawat yang saya tumpangi harus berputar di udara hingga 10 kali. Ini berbahaya,'' katanya.

Bandara baru Yogyakarta ini, imbuhnya lagi, memiliki luas kawasan yang mencapai 15 kali dibandingkan dengan Bandara Adisutjipto serta akan mampu melayani penumpang 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bandara yang digunakan saat ini.


(Sugiarto/CN33/SM Network)