• KANAL BERITA

Tingginya Nilai Impor Migas Bebani Neraca Perdagangan

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Neraca perdagangan kini sedang defisit karena terbebani oleh tingginya nilai impor migas. Nilai impor migas adalah sebesar Rp 17,64 miliar dolar. Jumlah ini lebih tinggi daripada nilai ekspor yang sebesar Rp 16,12 miliar. Impor migas bulan ini meningkat sebanyak 20,95% dibandingkan dengan bulan April dan meningkat 57,17 persen dibandingkan dengan bulan Mei tahun sebelumnya (2017).

"Neraca perdagangan kita masih berpotensi untuk surplus untuk bulan-bulan berikutnya kalau nilai ekspor non migas ditingkatkan. Kalau neraca  perdagangan kita terus dibiarkan mengalami defisit maka akan mendorong  terjadinya defisit neraca berjalan sehingga akan berdampak pada kondisi ekonomi secara agregat," ┬ŁaPeneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri.

Dalam GSP, ada 3.546 tarif yang mendapatkan keringanan bea masuk ke Amerika Serikat. Presiden Donald Trump dikabarkan baru akan memutuskan mengenai GSP pada November mendatang.

Sebelumnya, pencabutan fasilitas Generalized System of  Preference (GSP) oleh Amerika Serikat terhadap Indonesia dapat mengancam  neraca perdagangan. Neraca perdagangan Indonesia kini sedang defisit dan hal ini dikhawatirkan akan memburuk dengan pemberlakuan GSP. Strategi bebas bea yang akan ditawarkan pemerintah diharapkan bisa menjadi solusi untuk keberlanjutan GSP terhadap Indonesia.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)