• KANAL BERITA

PPDB untuk TK hingga SMP Masih Terdapat Kesenjangan

Kepala Disdikpora Wonosobo, Sigit Sukarsana. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Kepala Disdikpora Wonosobo, Sigit Sukarsana. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Wonosobo terus mengevaluasi mutu pendidikan formal di wilayahnya. Pasalnya, dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat taman kanak-kanan (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), masih terdapat kesenjangan sangat jauh minat masyarakat menyekolahkan anaknya di wilayah kota dan wilayah pinggiran.

Kepala Disdikpora Wonosobo, Sigit Sukarsana menyebutkan, dari 15 kecamatan di Wonosobo, terdapat dua kecamatan yang mendapat perhatian khusus. Antara lain Kecamatan Wonosobo yang merupakan wilayah kecamatan kota, dalam PPDB tahun ini jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah. Sementara itu, di Kecamatan Kaliwiro terdapat beberapa sekolah, jumlah pendaftar kurang dari 10 siswa. Bahkan ada sekolah yang pendaftarnya hanya satu siswa.

Menurut dia, daya tampung peserta didik baru di sekolah wilayah kota hanya mencapai 1.212 siswa. Namun jumlah pendaftar yang masuk mencapai 1.621 siswa. Jadi, masih ada sebanyak 409 siswa belum tertampung. "Alternatif solusi, kami berupaya melakukan penambahan jumlah siswa per rombongan belajar pada 32 SD. Dari 28 menjadi 32 siswa, sehingga menambah daya tampung 144 siswa," beber dia.

Perubahan tersebut merupakan hasil rapat gabungan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Dewan Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Disdikpora Wonosobo. Untuk siswa belum tertampung yang berusia di bawah enam tahun, dikembalikan ke TK, berjumlah 12 siswa. Sehingga mengurangi beban daya tampung siswa. "Untuk siswa belum tertampung yang berasal dari kecamatan lain, dikembalikan ke kecamatan asal sebanyak 150 siswa," terang dia.

Pihaknya juga menyarankan, peserta didik belum tertampung, bisa masuk di sekolah swasta yang belum memenuhi kuota. Kuota yang tersisa pada sekolah swasta, saat ini tinggal 11 sekolah. "Kami juga menyarankan, perlunya menyediakan rombongan belajar baru pada satuan pendidikan yang bisa dikembangkan rombongan belajarnya pada tahun pelajaran ini. Yakni pada SD 4 dan SD Jaraksari 1, masing-masing satu ruang kelas untuk masing-masing satu rombongan belajar," ujarnya.

Berbeda dengan daya tampung siswa pada sekolah kota yang melimpah. Di wilayah Kecamatan Kaliwiro justru terdapat 13 SD kekurangan murid. Dari 34 SD, jumlah sekolah yang pendaftarnya mencapai sekitar 20 siswa hanya 21 SD, sementara 13 SD pendaftar kurang dari 10 siswa. Dari 13 SD tersebut, pihaknya mencatat terdapat sekolah yang jumlah pendaftarnya hanya satu siswa, yakni di SD 2 Pesodongan.

Selain itu, terdapat dua sekolah yang masing-masing pendaftarnya hanya dua siswa. Yakni di SD Bendungan dan SD 2 Medono. SD Ngasinan jumlah pendaftar hanya empat siswa. SD 3 Lamuk dan SD 2 Kaliguwo masing-masing hanya enam siswa. Untuk SD Lebak, jumlah pendaftar hanya tujuh siswa. SD 1 Kaliguwo, SD 1 Kauman dan SD Cledok masing-masing delapan siswa. Sedangkan SD 1 Pesodongan, SD 1 Kemiriombo dan SD 2 Tracap jumlah pendaftar masing-masing sembilan siswa.

"Untuk saat ini sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota masih melakukan pendaftaran peserta didik baru. Untuk PPDB Tahun Pelajaran 2018-2019 baik tingkat TK, SD mau pun SMP di Wonosobo tidak mempersyaratkan legalisasi kartu keluarga (KK) dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sehingga tidak terjadi gejolak yang berkaitan dengan persyaratan tersebut, seperti halnya di kota-kota lain," terang dia.

Untuk tingkat TK dan SD seluruhnya dilakukan dengan sistem luar jaringan (offline). Sementara pada jenjang SMP, 30 sekolah melakukan PPDB dengan sistem dalam jaringan (online) dan 15 sekolah menggunakan sistem offline. "Kami juga belum memberlakukan sistem zonasi. Kemungkinan tahun depan baru dilakukan, karena belum memiliki peraturan bupati (perbup) yang menguatkan. Ke depan, mutu semua satuan pendidikan juga akan kami maksimalkan," terang dia.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)