• KANAL BERITA

PKM Unnes Ciptakan Aplikasi Sistem Keuangan Modern Ponpes

Salah satu tim program sistem manajemen keuangan pondok (sikepo), Jannah Setia (kanan) memaparkan program di Pesantren Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Minggu (15/7). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)
Salah satu tim program sistem manajemen keuangan pondok (sikepo), Jannah Setia (kanan) memaparkan program di Pesantren Durrotu Ahlussunnah Waljamaah, Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Minggu (15/7). (suaramerdeka.com/Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sekelompok mahasiswa Unnes yang tergabung dalam program kretivitas mahasiswa (PKM) telah berhasil menciptakan sebuah aplikasi keuangan. Aplikasi tersebut bernama sistem keuangan pondok (sikepo).

Salah satu inisiator, Ahmad Zuhdi Alwan (19) menjelaskan, sikepo merupakan terobosan baru dalam dunia akuntasi keuangan secara modern di pondok pesantren (ponpes). Menurutnya, sebagian besar ponpes di Indonesia saat ini masih menggunakan cara lama dan sederhana dalam menghitung pengeluaran dan pemasukan keuangan pondok.

"Sistem keuangan pondok pesantren saat ini masih minim. Kalau pun ada belum tergarap dengan baik. Misalnya, catatan pembayaran bulanan, biaya catering atau biaya lainnya. Pada umumnya masih manual menggunaan buku besar. Kami rasa ini kurang efektif karena sering mengalami kesulitan dan kerancuan bahkan data hilang. Oleh karena itu harus ada terobosan yang modern," kata Zuhdi, kepada suaramerdeka.com, Minggu (15/7).

Melihat kondisi itu, dia beserta teman teman lainnya bertekad membuat inovasi dengan mengembangkan sebuah sistem keuangan yang modern. Dijelaskannya, sistem ini sekaligus jawaban atas pedoman yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang bekerjasama dengan Bank Indonesia.

"Aplikasi ini berbentuk software. Kami rancang sedemikian rupa untuk memudahkan santri, khususnya bendahara pondok dalam menginput data pembayaran santri," paparnya.

Sementara itu, Shobur Rida, inisiator lainnya ini menjelaskan, sikepo sudah dilengkapi akun yang siap digunakan santri atau bendahara pondok saat akan melakukan rekap data, pembayaran serta informasi keuangan lainnya. Mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Manajemen ini menambahkan, sikepo juga diyakini memiliki sejumlah kelebihan seperti, menu data santri, data pembayaran, rekap pembayaran, kwitansi pembayaran, serta laporan pembayaran. Sehingga segala bentuk data keuangan pondok disajikan dalam satu sistem berbasis online dan transparan.

“Siapa pun bisa melihat atau membuka aplikasi termasuk santri, orang tua secara online, kapan pun dan manapun secara mudah dan transparan," imbuh dia.

Menurutnya, program sikepo merupakan hasil karya salah satu Tim PKM Unnes yang berhasil didanai Kemenristekdikti 2018. Tim ini beranggotakan lima mahasiswa dari berbagai jurusan kampus Unnes antara lain, Jannah Setia (Jurusan Akuntansi), Shohibur Rida (Jurusan Manajemen), Lailatul Nurus Shofiyah, (Jurusan Bahasa Mandarin), Ahmad Zuhdi (Juruaan PTIK), serta Ahmad Rocky (Jurusan Desain Komunikasi Visual).

"Kami mencoba bekerja sama dengan Pongurus Ponpes Durrotu Aswaja Semarang. Berbagai kemungkinan akan terus kami lakukan supaya sistem ini dapat bekerja secara optimal dan dapat diterapkan di pondok pesantren lain di Indonesia," imbuhnya.

Bendahara Ponpes Durrotu Ahlussunah Waljamaah, Alfiah Maulida (19) mengaku senang dengan aplikasi Sikepo. Menurutnya, aplikasi Sikepo memudahkannya dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran pondok. "Program ini sangat bermanfaat. Kami selaku bendahara merasa tidak kerepotan lagi dalam mencatat dan merekap data pembayaran santri," ungkap santri yang juga mahasiswi Jurusan Kimia, Unnes ini.

 


(Siswo Ariwibowo /CN40/SM Network)