• KANAL BERITA

Perwakilan 19 Komunitas Lihat Lokasi Tanggul Jebol di Daerah Rob

Alat berat berada di lokasi area tanggul raksasa yang saat ini konstruksinya sedang dikerjakan untuk menanggulangi rob di Pekalongan. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)
Alat berat berada di lokasi area tanggul raksasa yang saat ini konstruksinya sedang dikerjakan untuk menanggulangi rob di Pekalongan. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Perwakilan 19 komunitas di Pekalongan melihat secara langsung lokasi tanggul di Pantai Sari, Kota Pekalongan yang telah jebol. Mereka juga melihat dari dekat lokasi pembangunan tanggul raksasa yang sedang dikerjakan untuk penanggulangan rob.

Dengan menggunakan perahu yang difasilitasi PT Hutama Karya selalu kontraktor pembangunan tanggul raksasa, perwakilan dari berbagai komunitas tersebut bisa melihat secara langsung kerusakan tanggul di Pantai Sari yang ikut memberikan dampak terhadap terjadinya rob di Kota Batik selama bertahun-tahun. Mereka juga mendokumentasikan lokasi tanggul yang jebol dan pembangunan tanggul raksasa melalui drone dan aktivitas fotografi.

Sahrul Romadhoni, dari Komunitas Drone Pekalongan mengatakan, selama ini masyarakat Pekalongan belum seluruhnya tahu apa yang menyebabkan rob terus terjadi di Pekalongan. Padahal, rob telah membuat dampak besar terhadap kehidupan masyarakat Kota Batik. Seperti lebih sembilan kelurahan di Kota Pekalongan yang terendam dan dampak negatif lainnya. Juga sekolah rusak, dampak kesehatan pada warga, masyarakat kehilangan mata pencaharian, pertanian dan perkebunan rusak dan dampak lainnya.

''Dari PT Hutama Karya sebagai kontraktor pembangunan tanggul sangat terbuka. Kami diberikan kemudahan akses untuk melihat lokasi. Dengan tinjauan dari perwakilan komunitas ini, kami jadi tahu lokasi tanggul penangkal air laut yang telah jebol. Ternyata memang rusak parah. Kami juga tahu, lokasi pembangunan tanggul raksasa yang sedang dilakukan pemerintah sekarang ini untuk menanggulangi rob,'' katanya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan 19 komunitas untuk membahas persoalan rob di Museum Batik Pekalongan, Sabtu (14/7). 19 komunitas tersebut adalah Akademi Berbagi, Komunitas Kali Loji, Komunitas Bara Air, Komunitas Fotografi Indonesia Wilayah Pekalongan, Komunitas Drone Pekalongan, Komunitas Insta Pekalongan, Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Komunitas Kampung  Batik Kauman, Pramuka Saka Kalpataru Pekalongan, serta Pekalongan Info.

Ada juga Explore Pekalongan, Komunitas Great Pekalongan, Komunitas Genpi Pekalongan, Komunitas Blogger Pekalongan, Komunitas Doodle Art, Komunitas Perupa Pekalongan, Komunitas Sketser Pekalongan, Karang Taruna Pekalongan, Mahasiswa Pekalongan Raya Yogyakarta (Mahakarya) dan Komunitas Mahasiswa Kalongan. Acara ini dihadiri Lembaga Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan.

Upaya Nyata

Ari Dacosta, perwakilan dari Komunitas Drone menambahkan, komunitas-komunitas di Pekalongan akan berupaya menjadi bagian dari masyarakat yang ingin berkontribusi dalam penanggulangan rob di Pekalongan. Karena itu, mereka telah melakukan pertemuan beberapa kali, termasuk merumuskan rencana aksi agar bisa membantu penanganan rob.  

''Jika tidak diatasi serius, kita khawatir rob terus terjadi. Komunitas di Pekalongan harus mengambil upaya nyata dalam penanganan rob,'' katanya.

Ada beberapa rencana aksi yang akan dilakukan komunitas dalam rangka penanggulangan rob. Di antaranya lomba memancing disertai penanaman pohon di Karamatsari, penanaman mangrove, trauma healing bagi warga terdampak rob, pembuatan film dokumenter soal rob, mendokumentasikan areal rob dengan drone, serta pameran foto.

''Ada juga kampanye penanggulangan rob lewat tulisan dan media sosial, kegiatan bersih sampah sungai, penghijauan sampai Festival Kali Loji dengan Konferensi Sungai yang digelar,'' ujar Ketua Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL), Titik Nuraini.


(Trisno Suhito/CN40/SM Network)