• KANAL BERITA

Peradi Gelar Ujian Advokat Serentak di Indonesia

Foto: Calon advokat mengerjakan soal dibawah pengawasan pengawas ujian di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (14/7). (suaramerdeka.com/royce Wijaya)
Foto: Calon advokat mengerjakan soal dibawah pengawasan pengawas ujian di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (14/7). (suaramerdeka.com/royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar ujian advokat serentak di 34 kota di Indonesia, termasuk DPC Peradi Semarang. Total, peserta ujian secara nasional ada 5.347 calon advokat dibawah kepemimpinan Ketua DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan. Untuk Semarang sendiri berlangsung di Hotel Grasia, Sabtu (14/7) dengan jumlah peserta ujian ada 200 orang. 

''Secara nasional, jumlah peserta ujian advokat ini menjadi yang terbanyak, bahkan mampu melebihi ujian serupa tahun 2007 yang saat itu pesertanya ada 5.000 an orang,'' kata Wakil Ketua Umum I DPN Peradi, Achiel Suyanto di sela-sela ujian.

Semarang ini kota urutan kelima dengan jumlah peserta terbanyak. Urutan pertama hingga keempat, secara berurutan ialah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. 

Achiel menegaskan, banyaknya peserta ujian advokat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi Peradi sangat baik. Peserta ini berasal dari beragam kalangan, ada yang dari Polri, jaksa akan pensiun, anggota DPRD di salah satu daerah juga ada. Hasil ujian ini akan diumumkan lima minggu, di mana tim korektor penilaiannya adalah advokat yang bertugas minimal 10 tahun. 

Sebelum ujian, mereka ini menjalani pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) selama beberapa bulan, dengan pematerinya praktisi 70 persen, sedangkan sisasnya diisi teorisi. Ketua DPC Peradi Semarang M Reza Kurniawan menegaskan, PKPA organisasinya kerja sama dengan berbagai universitas, seperti Undip, USM, Untag, dan Unisulla. 

''DPC Peradi Semarang ini membawahi tujuh kabupaten kota di Jateng dengan jumlah anggotanya 2.000 advokat. Jadi, peserta yang juga calon advokat Peradi ini berasal dari berbagai macam wilayah di Jateng bahkan luar provinsi,'' kata Reza didampingi sekretarisnya, Noer Kholis, serta advokat HD Djunaedi. 

Sementara itu, Noer Kholis menjelaskan, pelaksanaan ujian ini 2,5 jam untuk mengisi pilihan ganda, sedangkan 1,5 jam menjawab isian. Seluruh materi yang diajarkan seperti perkara hukum pidana, perdata, agama, militer, arbitrase, serta kode etik advokat diujikan.

''Ada nilai minimal kelulusan, jadi calon advokat ini belum tentu bisa lulus kalau hasil penilaiannya dibawah standar,'' jelasnya. 


(Royce Wijaya/CN42/SM Network)