• KANAL BERITA

Penumpang Lion Air Meninggal Dunia di Pesawat

Foto: suaramerdeka.com / Andika Primasiwi
Foto: suaramerdeka.com / Andika Primasiwi

TALANG BETUTU, suaramerdeka.com – Maskapai Lion Air mengklarifikasi penerbangan bernomor JT857 yang melayani rute Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) ke Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB).

Saat itu, pilot memutuskan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) yaitu di Palembang. Hal tersebut dikarenakan ada seorang penumpang bernama Kurdiman (33) dengan nomor kursi 10C yang segera membutuhkan pertolongan.

"Pesawat mendarat dengan selamat di Palembang. Koordinasi yang baik antara awak kabin, pilot, petugas layanan darat (ground handling) dan petugas dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP), proses penanganan penumpang tersebut dilakukan dengan baik," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.

Sesuai standar pelayanan, petugas layanan darat (ground crew) Lion Air bersama pihak lainnya, segera membawa dan mendampingi Kurdiman ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan proses medis serta penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan Kurdiman telah meninggal dunia (12/ 7).

"Lion Air mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Kurdiman. Lion Air bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan layanan yang terbaik," kata Danang.

Sementara itu, Lion Air JT857 telah diterbangkan menggunakan jadwal keberangkatan terbaru pukul 12.30 WIB dengan pesawat Boeing 737-800NG (B738) registrasi PK-LJW dan pesawat sudah tiba di Surabaya 14.05 WIB. Sebelumnya, penerbangan ini berangkat tepat waktu (on time) pukul 10.45 WIB, pada Kamis (12/ 7).

"Lion Air menghimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat, berdasarkan prosedur layanan penerbangan, untuk selalu memberikan informasi secara rinci/ jelas/ sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in apabila sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan udara," kata Danang.

Kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis, namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/ medical information) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan serta menandatangai surat pernyataan. Hal ini sesuai ketentuan pengangkutan penumpang dalam kategori sakit.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)