• KANAL BERITA

Bidan Desa Diminta Aktif Mendaftar Kepesertaan Bayi

Foto: Petugas BPJS Kesehatan Demak dan perwakilan bidan se-Demak melakukan pertemuan di Gedung Bina Praja Kantor Bupati Demak, belum lama ini (suaramerdeka.com/dok)
Foto: Petugas BPJS Kesehatan Demak dan perwakilan bidan se-Demak melakukan pertemuan di Gedung Bina Praja Kantor Bupati Demak, belum lama ini (suaramerdeka.com/dok)

DEMAK, suaramerdeka.com - Bidan desa di Demak diminta Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat untuk berperan aktif dalam pendaftaran bayi dalam kandungan di dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada Juli ini.

Kepala BPJS Demak, Wahyu Setyorini dalam keterangan persnya yang diterima Suara Merdeka mengatakan pendaftaran bayi dalam kandungan di rogram JKN-KIS dapat dilakukan untuk bayi yang akan dilahirkan oleh peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri, bukan pekerja (BP), dan  peserta penerima upah (PPU) untuk anak keempat dan seterusnya.

''Pada Program JKN ini, kami meminta dukungan bidan desa untuk mengedukasi ibu hamil agar mendaftarkan bayi dalam kandungannya pada program JKN. Hal ini dapat dilakukan sejak terdeteksi adanya denyut jantung, dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau bidan jejaring,'' kata Wahyu Setyorini.

Untuk optimalnya pendaftaran bayi dalam kandungan, BPJS Kesehatan telah melakukan sosialisasi pendaftaran bayi dalam kandungan serta penggunaan Aplikasi Mobile JKN pada Senin sampai Rabu (9-11/7) kemarin di Gedung Bina Praja Kantor Bupati Kabupaten Demak. 

Pada kesempatan itu seluruh bidan desa di kabupaten Demak juga diharapkan sudah bisa secara lancar  melakukan pencatatan. Yakni mengetahui kapan melakukan edukasi terhadap ibu hamil, lalu proses pencatatan dalam buku kartu ibu dan anak (KIA) yang dibawa ibu hamil, hingga dan catatan kunjungan yang disimpan oleh masing-masing bidan desa. 

''Dengan ada pencatatan, hal itu secara otomatis telah dilakukan edukasi lepada  para ibu hamil. Sehingga ibu tersebut sudah tahu kewajiban untuk mendaftarkan calon bayinya dan semoga meningkatkan kesadaran bagi ibu hamil itu sendiri. Perlu digaris bawahi, pendaftaran bayi dalam kandungan adalah demi kebaikan ibu dan calon bayi yang akan dilahirkan,'' ujar Wahyu.

''Apabila dibutuhkan perawatan medis khusus bagi si bayi, maka keluarga tidak perlu khawatir akan biaya yang harus dikeluarkan. Sebab sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan,'' tambah Wahyu.

Untuk mendaftarkan bayi dalam kandungan dikatakan tidaklah rumit. Bayi yang akan dilahirkan dapat didaftarkan sejak terdeteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan, yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan jejaring. Surat keterangan itu juga harus memuat paling sedikit deteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan, Usia bayi dalam kandungan, hari perkiraan lahir (HPL) serta pendaftaran bayi yang akan dilahirkan dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum dilahirkan.

''Namun peserta juga jangan lupa untuk melapor ke kantor cabang BPJS Kesehatan setelah bayi dilahirkan. Sebab akan dilakukan proses simpan ulang pada aplikasi kepesertaan. Untuk kemudian memberikan nomor Virtual Account kepada Peserta. Sehingga iuran dapat langsung dibayarkan,'' tandas Wahyu.

Hal ini juga didukung oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Demak, Sri Puji Astuti. Dia mengharapkan dengan adanya bidan desa yang berperan aktif mendaftar kepesertaan bayi bisa sekaligus untuk melakukan mapping seluruh ibu hamil yang ada diwilayahnya.

''Mana saja bumil yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan mana yang belum. Jika sudah terdaftar dilanjutkan dengan adanya edukasi untuk segera mendaftarkan bayi yang ada dalam kandungannya. Sehingga tidak ada lagi kendala dalam merujuk bumil yang beresiko tinggi ke rumah sakit karena kendala biaya,'' kata Astuti.


(M Alfi Makhsun/CN42/SM Network)