• KANAL BERITA

Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan 3.356 Rokok Ilegal

Foto: Tempo
Foto: Tempo

SLEMAN, suaramerdeka.com - Bea Cukai Yogyakarta memusnahkan ribuan barang ilegal hasil tangkapan sejak pertengahan tahun 2017. Di antara barang yang dimusnahkan itu terdapat 3.356 batang rokok senilai Rp 9 juta, dan 1.200 botol minuman keras bernilai Rp 329,8 juta.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dihancurkan menggunakan palu, dan dibakar.

"Ini adalah kegiatan pemusnahan yang kedua pada tahun ini. Untuk rokok, sebagian ada yang berizin tapi pita cukainya tidak legal, dan ada pula yang sama sekali tidak berizin," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Sucipto di sela-sela kegiatan pemusnahan di halaman kantor, Jumat (13/7).

Dia menambahkan, keberadaan rokok ilegal itu kebanyakan tidak diketahui oleh  penjual, karena sepintas mirip dengan yang asli. Karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi agar masyarakat bisa mengetahui secara kasat mata perbedaan pita cukai yang legal dan ilegal.

Selain miras dan rokok, barang lain yang terbukti melanggar ketentuan larangan, dan pembatasan seperti kosmetik, suplemen, obat-obatan, kamera, handphone, dan mainan juga turut dihancurkan. Di samping itu ada spare part bekas, baju bekas, sex toys, dan benih tanaman yang merupakan barang kiriman melalui kantor pos. Keseluruhan nilainya ditaksir sekitar Rp 388,6 juta.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi yang memimpin langsung kegiatan pemusnahan mengatakan, hasil penangkapan sepanjang tahun ini mengalami peningkatan. Tahun lalu, pihaknya melakukan penindakan sebanyak 24.337 kali dengan total nilai barang lebih dari Rp 7 triliun. Sementara, hingga Juli 2018 ini Bea Cukai telah berhasil menindak 8.973 kali. 

"Secara nasional ada peningkatan. Sepanjang semester pertama ini nilai barang hasil penindakan sudah mencapai Rp 7,8 triliun," ujar Heru.

Kepala Kantor Sentral Pengolahan Pos Yogyakarta Fidelis Firanto menambahkan, seiring maraknya e-commerce, barang yang masuk lewat kantor pos semakin meningkat. Masyarakat pun diimbau jeli mencermati peraturan tentang barang yang diizinkan masuk ke dalam negeri.

"Kami selalu berkoordinasi dengan Bea Cukai jika ada barang yang masuk ke Indonesia. Setelah era e-commerce, pengiriman memang cukup tinggi terutama dari negara Hongkong dan Taiwan," ungkapnya.


(Amelia Hapsari/CN41/SM Network)