• KANAL BERITA

PR Masih Menanti Pemerintah Maluku, Maluku Utara dan Pemerintah Pusat

Foto: sindonews
Foto: sindonews

JAKARTA, suaramerdeka.com - TNI Doni Monardo, Sesjen Wantannas, menyatakan, momentum sarasehan ini bukanlah membuka luka lama, namun untuk menjadi pelajaran dan harapan bahwa Maluku dapat menjadi pusat investasi terbaik bagi budidaya perikanan.

Program emas biru dan emas hijau, yang dicetuskan Sesjen Wantannas ketika menjabat Pangdam XVI Pattimura saat itu, memiliki nilai positif untuk untuk mengembangkan potensi sumber daya alam daerah Maluku baik dari laut maupun daratan yang bernilai ekonomi tinggi.

"Pekerjaan rumah masih menanti bagi pemerintah Maluku, Maluku Utara serta Pemerintah Pusat karena daerah Maluku tercatat dalam urutan keempat daerah termiskin di Indonesia walaupun menempati posisi kedua dan ketiga untuk Indeks Kebahagian Indonesia, hingga muncul "miskin tapi bahagia". Sungguh ironis mengingat dulu daerah Maluku Utara yang terkenal dengan sebutan Moloku Kie Raha meliputi Jailolo, Bacan, Ternate, dan  Tidore  pernah  terkenal  hingga  ke  Eropa di  masa silam  pada  abad  XV-XVII.sebagai  daerah  penghasil rempah-rempah terbaik di dunia," tambah Sesjen Wantannas.

Lebih lanjut Letjen TNI Doni Monardo berharap perlunya peran serta dari kalangan akademisi, tokoh agama, media,  budayawan,  dan  tokoh  masyarakat  setempat  untuk  terus  mendukung  program  revolusi  karakter bangsa sekaligus deradikalisasi, tidak hanya di Maluku dan Maluku Utara namun juga di daerah-daerah lain di tanah air.

Implementasinya pada rakyat Maluku saat ini telah tampak dari banyaknya perubahan karakter yang terjadi di masyarakat, dimana budaya 'Baku Marah' menjadi 'Baku Baik', budaya minum sopi menjadi minum kopi, dan kebiasaan-kebiasaan yang sebelumnya cenderung negatif sekarang berubah menjadi budaya yang positif.

Acara sarasehan ini selain sebagai media pembelajaran yang memusatkan perhatian pada pokok-pokok persoalan tentang resolusi konflik dan damai, diharapkan juga menjadi ajang reuni bagi para tokoh Maluku dan Maluku Utara serta para aparat baik sipil maupun militer yang pernah bertugas di sana. Acara temu- kangen ini  lantas  diterjemahkan  dalam  sebuah  sesi  Malam  Bakudapa yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku dalam menjaga silatuhrahmi di antara mereka.

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)