• KANAL BERITA

Perempuan Didorong Mengambil Peran di Lingkup Parlemen

Acara Pendidikan Politik Perempuan oleh DP3AKB Jateng di Omaya Hotel, Kecamatan Baki, Kamis (12/7). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Acara Pendidikan Politik Perempuan oleh DP3AKB Jateng di Omaya Hotel, Kecamatan Baki, Kamis (12/7). (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, sauramerdeka.com – Perempuan di Kabupaten Sukoharjo dan daerah lain di Provinsi Jateng diminta berani mengambil peran dalam memenuhi kuota 30 persen keterwakilannya di lingkup parlemen (legislatif).

Kabid Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan DP3AKB Jateng, Rani Ratnadiningdiyah menerangkan, jika saat ini perempuan harus berani terjun ke kancah perpolitikan. Apalagi di Jateng, ada 13,58 juta pemilh perempuan. Angka itu lanjut dia, cukup menjanjikan sehingga bisa menjadi salah satu lecutan agar perempuan berani berpartisipasi.

“Perempuan jangan dianggap hanya konco wingking. Harus berpartisipasi. Eman-eman jika keterwakilan tersebut tidak maksimalkan,” katanya, saat membuka Pendidikan Politik Perempuan oleh DP3AKB Jateng di Omaya Hotel, Kecamatan Baki, Kamis (12/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, partisipasi tersebut tidak hanya dalam kapasitas sebagai pemilih. Tetapi menjadi subjek yang dipilih oleh masyarakat, sehingga keterwakilan 30 persen perempuan di lingkup lembaga legislatif terpenuhi. Menurutnya momentum satu tahun menjelang pemilihan legislatif dan pilpres harus dimanfaatkan. Bahkan jika perempuan menjadi wakil di lembaga legislatif secara merata, menjadi kebanggan tersendiri.

“Kami dorong daerah satu, ke daerah lain. Jadi tak hanya didomoniasi laki-laki. Misalnya ada kasus KDRT, siapa yang memperjuangkan, jika bukan kita?” tutur dia.

Pembicara yang menyampaikan materi tentang strategi komunikasi dalam mendobrak belenggu budaya patriarkhi di politik, Ketua PKK Sukoharjo, Ety Suryani mengaku, perempuan haru merapatkan diri. Istri dari Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengaku, selama belasan tahun telah mendampingi suaminya dalam dunia perpolitikan. Bahkan saat ini lahir pemimpin-pemimpin dari perempuan saat Pilkada serentak beberapa waktu lalu.

“Selain hak memilih dan dipilih, perempuan di dalam lembaga juga bisa ikut merumuskan kebijakan publik. Sudah saatnya bangkit untuk berpartisipasi,” terangnya.

Salah satu peserta, Maria Kris Tutiningsih, yang juga Ketua PKK Gumpang tertarik dalam acara yang berkaitan dengan perempuan tersebut. Apalagi dia mengaku sudah memantapkan niat dan segala upaya untuk terjun dalam dunia perpolitikan dengan mendaftarkan diri menjadi calon legislatif (caleg) perempuan dari dapil III (Baki, Gatak dan Kartasura). Dia berharap ada perempuan-perempuan lain yang mau mengawali perjuangan di politik.

“Kalau tidak saat ini, kapan lagi. Saya terpanggil ikut mensejahterakan masyarakat melalui legislatif. Pastinya izin dahulu pada suami,” aku dia.


(Asep Abdullah/CN40/SM Network)