• KANAL BERITA

Pasar Kedungwuni Jadi Sentra Jins Nasional

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Kedungwuni, Kamis kemarin (12/7). (suaramerdeka.com/Nur Khaeruddin)
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Kedungwuni, Kamis kemarin (12/7). (suaramerdeka.com/Nur Khaeruddin)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Pasar Kedungwuni Kabupaten Pekalongan akan disulap menjadi pusat grosir jins dan perbelanjaan tingkat nasional. Dengan anggaran pembangunan hampir Rp 100 miliar tahun jamak, selama dua tahun, pasar induk ini akan menjadi salah satu pasar grosir terbesar di Indonesia dengan produk-produk tradisional unggulan. Pasar ini telah memiliki konsumen dari luar negeri yakni Malaysia.

"Di sini selain menampung pedagang tradisional, juga akan dijadikan sebagai sentra pasar grosir jins. Termasuk produk unggulan lainnya. Kosep dari pembangunan pasar ini adalah tradisional modern dan berskala pusat perdagangan nasional," kata Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Kedungwuni, Kamis kemarin (12/7).

Peletakan batu pertama bersama Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, Sekda Mukaromah Syakoer, dan berbagai jajaran di Kota Santri. Bupati mengatakan prosesi pindahan 2.000 pedagang ke pasar darurat berjalan baik, aman dan lancar. Ini menandakan warga pasar sangat mendukung program Pemerintah.

"Dan sekarang ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Induk Kedungwuni secara multiyears, dua tahun, sampai tahun 2020. Tahun pertama akan dilakukan pembangunan blok B dan C dengan total anggaran Rp 26 miliar," kata bupati.

Anggaran tahun pertama berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan Rp 16 miliar dan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah Rp 10 miliar. Pasar Kedungwuni dinyatakan sebagai pembangunan terbesar kedua setelah proyek tanggul rob Rp 600 miliar dari APBN.

"Sedangkan pembangunan Pasar Kedungwuni ini adalah sindikasi dari APBD Kabupaten Pekalongan dan APBD Provinsi Jawa Tengah. Insya Allah tahun ini ada dua kegiatan, dan tahun berikutnya akan kita selesaikan," tandas Asip.

Pemenang Lelang

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop dan UKM) Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini, menambahkan pasar Kedungwuni terdiri atas 11 blok yakni A sampai K.

"Yang sudah dibangun ada dua dan tahun ini dua lagi, sehingga masih ada tujuh blok lagi yang akan kita bangun hingga tahun 2020. Tahun 2018 ini kita bangun Blok B dengan anggaran sebesar Rp 16 miliar bersumber dari dana APBD Kabupaten Pekalongan. Dan Blok C dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari bantuan Provinsi Jawa Tengah," tambahnya.

Masih menurut Tining panggilan Akrab Hurip Budi Riyantini, pemenang lelang untuk Blok B adalah PT  Heksindo Multi Utama Jakarta dengan nilai kontrak Rp 15,56 miliar. Kemudian Blok C PT Elsa Graha Multi Karya Jakarta, dengan total kontrak sebesar Rp 9,65 miliar. Sedangkan pendampingan dari mulai proses lelang, pelaksanaan dan pengawasannya yaitu CV Memalisaat Semarang dengan nilai kontrak Rp 318 juta.


(Nur Khaeruddin/CN40/SM Network)