• KANAL BERITA

Kios Sementara Harus Rapi dan Bersih

Pembangunan kios sementara yang mulai dibangun di lokasi parkir, sisi timur Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Kamis (12/7). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Pembangunan kios sementara yang mulai dibangun di lokasi parkir, sisi timur Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Kamis (12/7). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Pariwisata Kota Surakarta meminta pembangunan kios sementara sembilan pedagang terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS), di sisi timur Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, hendaknya rapi, bersih dan tidak kumuh.

‘’Dari rapat bersama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta beberapa waktu lalu, pedagang diperbolehkan menggunakan lahan itu. Namun pedagang harus bisa mengelola ketertiban dan kerapian kios sementara, sehingga tidak menyebabkan kesan kumuh,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Hasta Gunawan, Kamis (12/7).

Menurutnya, parkir GWO Sriwedar masih digunakan pengunjung untuk memarkirkan kendaraannya ketika menyaksikan pertunjukkan di tempat itu. Dengan demikian, pihaknya menekankan agar segala tindakan teknis dan komunikasi antara juru parkir (jukir) dan pedagang tetap terjaga.

‘’Lokasi parkir masih sering digunakan untuk pengunjung GWO, oleh sebab itu pedagang dan jukir harus dapat menyelesaikan persoalan jika terjadi sewaktu-waktu,’’ katanya.

Sementara itu Kepala Bidang PKL, Disdag Surakarta, Didik Anggono menyatakan, siap membantu kelancaran pembangunan kios sementara. Pihaknya mengimbau agar patuh dengan aturan yang sudah disepakati.

‘’Pembangunan kios sementara sudah mulai dilakukan, hal terpenting adalah pedagang mematuhi aturan yang  sebelumnya telah disepakati. Ketika proyek pembangunan masjid telah menyentuh kawasan GWO Sriwedari, pedagang harus bersedia pindah,’’ jelas Didik.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)