• KANAL BERITA

Lelang Jalan Layang Purwosari Tunggu Izin Kontrak

REKAYASA LALU LINTAS: Truk melintas di Jalan Agus Salim, Kamis (12/7). Kajian rekayasa lalu lintas di ruas jalan tersebut akan disiapkan Pemkot Surakarta, menyusul rencana pembangunan jalan layang Purwosari. (Foto suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
REKAYASA LALU LINTAS: Truk melintas di Jalan Agus Salim, Kamis (12/7). Kajian rekayasa lalu lintas di ruas jalan tersebut akan disiapkan Pemkot Surakarta, menyusul rencana pembangunan jalan layang Purwosari. (Foto suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jateng mulai menyiapkan tahapan pembangunan jalan layang Purwosari. Pengajuan izin kontrak tahun jamak kepada pemerintah pusat, menjadi salah satu prioritas.

‘’Izinnya segera diajukan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah desain fix. Masih tersisa beberapa masukan untuk desain yang sudah kami siapkan,’’ ungkap Kepala Satker P2JN Aris Rudianto, kemarin.

Izin kontrak tahun jamak itu diperlukan, lantaran proses pendirian jalan layang Purwosari diprediksi tidak selesai hingga akhir 2018. Apalagi, lanjut Aris, proyek itu sengaja ditunda untuk menunggu selesainya pembangunan jalan layang Manahan.

‘’Lelang baru digelar setelah izin multiyear disetujui. Kami menargetkan November-Desember baru penandatanganan kontrak kerja dan persiapan pelaksanaan proyek. Pembangunannya juga menunggu fly over Manahan selesai dibangun, agar tidak muncul dua titik kemacetan yang lokasinya berdekatan.’’

Terkait prediksi kebutuhan anggaran pembangunan jalan layang Purwosari, Aris mengaku masih perlu memastikannya. ‘’Masih ada masukan-masukan yang perlu di-refresh lagi. Tapi rencananya seluruh dana pembangunan berasal dari APBN, sementara biaya penanganan jaringan utilitas akan diserahkan kepada masing-masing pemilik jaringan,’’ papar Aris.

Sebelumnya diberitakan Satker P2JN, Pemkot Surakarta dan instansi terkait lain sepakat bahwa jalan layang Purwosari bakal bertipe I. Jalan layang sepanjang 450 meter dan lebar 12 meter itu dibangun untuk mengatasi kemacetan di Jalan Slamet Riyadi, akibat lalu lintas kereta api (KA) di perlintasan sebidang Purwosari.

‘’Nantinya akan disusun kajian rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan di sekitarnya. Kendaraan dari Jalan Agus Salim bisa lewat bawah (sayap jalan layang), sementara kendaraan yang akan ke Kartasura (arah barat) bisa lewat Jalan Perintis Kemerdekaan. Jalan Perintis Kemerdekaan nantinya juga bisa saja dilebarkan,’’ terang Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.


(Agustinus Ariawan/CN19/SM Network)