• KANAL BERITA

Tarif Bus Tingkat Hibah Rp 20.000 

SIAP DIOPERASIKAN : Bus tingkat hibah Bank Mayapada siap dioperasikan Pemkot Surakarta, usai serah terima bus tersebut di Balai Kota, Kamis (12/7).(Foto suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
SIAP DIOPERASIKAN : Bus tingkat hibah Bank Mayapada siap dioperasikan Pemkot Surakarta, usai serah terima bus tersebut di Balai Kota, Kamis (12/7).(Foto suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Tarif tiket bagi penumpang bus tingkat wisata hibah Bank Mayapada bakal disamakan dengan tiket penumpang bus Werkudara. Pemkot Surakarta mengaku, tidak ingin membebani masyarakat jika harga tiket ditetapkan lebih tinggi.

‘’(Harga) tiketnya sama dengan (tiket) bus tingkat Werkudara. Biaya dari tiket itu hanya untuk operasional bus, sementara biaya perawatan tetap dialokasikan dalam APBD,’’ tegas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo usai serah terima bus tingkat hibah tersebut di Balai Kota, Kamis (12/7).

Selama ini penumpang bus tingkat Werkudara dikenai tiket eceran sekali jalan Rp 20.000. Adapun biaya carter bus berkapasitas 54 penumpang Rp 800.000. ‘’Kami kira biaya sebesar itu tidak membebani masyarakat. Tidak mungkin tiket digratiskan, karena bisa-bisa nanti semuanya minta naik dengan gratis.’’

Menurut Wali Kota, bus hibah senilai Rp 4 milar itu bakal difungsikan sebagai pelengkap bus Werkudara. Bus tingkat yang dioperasikan sejak 2011 itu memerlukan pendamping, agar potensi wisata di Solo bisa tergarap lebih optimal.

‘’Bus Werkudara juga membutuhkan cadangan, karena sudah hampir 10 tahun beroperasi. Rata-rata per bulan kami melayani 24-30 trip, dimana setiap akhir pekan bisa melayani tiga trip sehari. Baru-baru ini Werkudara juga berhenti beroperasi selama seminggu, karena perlu perawatan,’’ kata terang Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Taufiq Muhammad.

Sementara itu pendiri kelompok bisnis Mayapada Dato Sri Tahir menyatakan hibah bus tersebut merupakan salah satu wujud nyata dukungan pelaku usaha terhadap pengembangan pelayanan publik. ‘’Kami kira masih banyak peluang bagi swasta untuk mengambil peran. Bisa dimulai dari daerah masing-masing,’’ katanya.

Tahir menambahkan, selain menghibahkan sebuah bus berkapasitas 78 tempat duduk itu kepada Pemkot Surakarta, sejumlah pemerintah daerah juga mendapatkan donasi bus serupa. ‘’Dua unit kami serahkan kepada Pemkot Surabaya, sementara sebelumnya kami menyerahkan lima unit bus di Jakarta.’’


(Yoma Times Suryadi/CN19/SM Network)