• KANAL BERITA

Pembebasan Lahan Sisakan di Kebonromo

MENUJU SOLO: Kendaraan melintas dari arah timur ke barat atau arah Solo di ruas tol Soker yang ada di daerah Masara, Sragen. (Foto suaramerdeka.com/Basuni Hariwoto)
MENUJU SOLO: Kendaraan melintas dari arah timur ke barat atau arah Solo di ruas tol Soker yang ada di daerah Masara, Sragen. (Foto suaramerdeka.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Proses pembebasan lahan tambahan untuk proyek pembangunan tol Solo-Kertosono (Soker) hampir tuntas. Pembebasan lahan tambahan yang melintas di 17 desa di enam kecamatan, tinggal menyelesaikan di Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal.

Terdapat 835 bidang untuk lahan tambahan jalan tol penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut. Sekretaris Panitia Pengadaan Lahan Kabupaten Sragen Wahyu Dwi Hari Prasetya mengatakan, di Kebonromo terdapat 129 bidang menunggu pembayaran uang ganti rugi. Di luar itu, masih ada sekitar 20an bidang belum dimusyawarahkan.

‘’Untuk 20-an bidang belum musyawarah harga lantaran hak kepemilikan tanah belum ketemu, yang merupakan tanah kas desa (TKD). Tinggal itu,’’ kata Wahyu. Pihaknya terus menyelesaikan  pembebasan lahan tambahan itu, sembari menunggu penetapan lokasi (penlok) dan izin pembebasan lahan untuk pembangunan interchange (IC) atau simpang susun (SS) tambahan di Sambungmacan.

Wahyu yang Kasubsi Pendataan Tanah Pemerintah pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen, mengatakan desain dan gambar untuk IC Sambungmacan sebenarnya sudah dibuat. Namun saat ini prosesnya masih berlangsung. Tapi yang menjadi kewenangannya adalah melakukan pembebasan lahan bila semua prosesnya sudah dilakukan.

‘’Kalau semuanya sudah siap, kami pasti akan melakukan pembebasan lahan,’’ tandasnya. Pembebasan lahan tahap pertama ada di 20 desa dan satu kelurahan di enam kecamatan, sedangkan pembebasan lahan tambahan di 17 desa di enam kecamatan. Yakni Masaran, Sidoharjo, Sragen, Ngrampal, Gondang dan Sambungmacan.

Sebelumnya, Direktur PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno mengatakan  ada dua overpass atau jalan layang usulan dari warga dan Pemkab Sragen. Dua overpass itu di Desa Bandung, Ngrampal dan Desa Tangkil, Kecamatan Sragen itu memerlukan revisi penlok, sebab lahan belum siap dan dua jalan layang itu tidak masuk desain awal. 


(Basuni Hariwoto/CN19/SM Network)