• KANAL BERITA

Sekolah Pinggiran Masih Kekurangan Siswa

Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Beberapa sekolah di daerah pinggiran Kabupaten Wonogiri masih kekurangan siswa setelah Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 ini. Sekolah-sekolah tersebut hanya mendapatkan siswa dalam jumlah yang minim karena jumlah penduduk usia sekolah di sekitarnya juga sangat sedikit.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri Siswanto mengatakan, sekolah-sekolah tersebut masih kekurangan siswa meskipun sistem zonasi sudah diberlakukan. "Masih ada SD dan SMP yang hanya mendapat sedikit murid. Terutama di daerah pinggiran," katanya.

Dia mencontohkan, beberapa sekolah yang kekurangan siswa antara lain SD 4 Basuhan (Kecamatan Eromoko), SMP 3 Selogiri, dan SMP 2 Batuwarno. Masing-masing SMP itu tidak sampai mendapatkan dua rombongan belajar (rombel). Di mana satu rombel terdiri atas 32 anak. "SD Basuhan cuma dapat beberapa anak saja," terangnya.

Menurutnya, jumlah siswa yang minim itu karena banyaknya keluarga yang merantau ke kota-kota besar. Mereka merantau dengan mengajak serta anak-anaknya. Alhasil, jumlah anak-anak usia sekolah di daerah itu pun semakin sedikit.

"Penduduk usia produktif banyak yang berurbanisasi, sehingga yang tinggal di desa kebanyakan hanya orang-orang lanjut usia. Dampaknya, jumlah siswa di sekolah tidak bisa bertambah meskipun sudah diterapkan sistem  zonasi. Malah ada yang semakin menurun," imbuhnya.

Salah satu sekolah yang mendapatkan sedikit siswa yakni SD 4 Basuhan di Desa Basuhan, Kecamatan Eromoko. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya memperoleh empat siswa. "Sekitar sekolah kami hanya ada dua dusun yang jumlah penduduknya sedikit. Sekolah kami berada di perbatasan Provinsi Jateng dan DIY," kata Sukatinah, kepala SD 4 Basuhan.

Jumlah penduduk di kedua dusun dekat SD 4 Basuhan itu hanya sekitar 90 keluarga. Selain itu, banyak penduduk usia produktif yang merantau setelah mereka menikah. "Bahkan, beberapa tahun lalu pernah tidak dapat murid sama sekali, sehingga kelasnya kosong. Meski demikian, kami juga bisa meluluskan delapan siswa dengan nilai yang bagus," katanya.


(Khalid Yogi/CN19/SM Network)