• KANAL BERITA

Tim Gabungan Masih Temukan Rokok Kedaluwarsa

Saat Monitoring Rokok Ilegal di Kertek

Petugas gabungan melakukan monitoring pengawasan rokok ilegal di wilayah Kecamatan Kertek dan Kecamatan Kalikajar, Kamis (12/7). (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman) 
Petugas gabungan melakukan monitoring pengawasan rokok ilegal di wilayah Kecamatan Kertek dan Kecamatan Kalikajar, Kamis (12/7). (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman) 

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Untuk menekan peredaran rokok ilegal, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri dan Dinas Kominfo Wonosobo melakukan kembali melakukan monitoring pengawasan rokok ilegal di wilayah Kecamatan Kertek dan Kecamatan Kalikajar. Monitoring gabungan dilakukan dalam dua hari, yakni Rabu dan Kamis (11-12/7) menyasar sejumlah toko dan pasar tradisional.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Wonosobo, Sunarso menyebutkan, monitoring cukai ilegal menyasar sejumlah toko dan pasar tradisional di Pasar Kertek, Pasar Kembaran dan Pasar Reco. “Untuk temuan rokok pita cukai palsu dan rokok tidak dilekati pita cukai atau ilegal memang tidak ada. Namun, di wilayah Kecamatan Kertek kami masih menemukan ada pedagang yang masih menjual rokok kedaluwarsa,” ujar dia.

Terhadap adanya temuan tersebut, Sunarso mengaku tim sudah melakukan langkah sesuai dengan prosedur yaitu mengamankan dan memberikan penyuluhan kepada para pedagang, agar kedepannya lebih teliti lagi dalam memperjualbelikan rokok. Hal itu dilakukan guna memberikan perlindungan demi kepentingan konsumen, agar tidak mengalami kerugian di kelak kemudian hari. 

Imbauan tim monitoring rokok cukai ilegal, disambut positif para pedagang. Para pedagang saat ini dinilai lebih sadar, dan juga enggan menanggung resiko pidana apabila sampai ketahuan memperdagangkan rokok ilegal tanpa cukai. Kepada tim yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Hadi Susilo menyebut, para penjual rokok juga berulangkali menjelaskan sudah lama distributor atau agen rokok ilegal tidak menawarkan rokok ilegal. 

Meskipun demikian, Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Warjono menegaskan, adanya kesadaran para pedagang tersebut tidak menyurutkan upaya petugas gabungan untuk melakukan monitoring secara berkala. Tujuan dari monitoring, selain menegakkan peraturan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, juga sebagai langkah antisipatif demi mencegah kerugian konsumen. 


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)