• KANAL BERITA

Pedagang Bangun Kios Secara Patungan

Penataan Kawasan Sriwedari

PENGGEMBURAN: Salah satu kawasan penggemburan tanah yang dilakukan Pemkot untuk pemagaran pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS), Solo, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
PENGGEMBURAN: Salah satu kawasan penggemburan tanah yang dilakukan Pemkot untuk pemagaran pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS), Solo, Rabu (11/7). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Sembilan pedagang terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS), mulai memindahkan barang-barang dan berencana membangun kios sementara. Saat ini proses pembangunan memasuki tahap pemagaran.

‘’Dengan kesepakatan beberapa dinas terkait pada Selasa (10/7), penempatan pedagang terdampak dilakukan di sisi timur Gedung Wayang Orang (GWO). Mereka juga sudah memperbolehkan menempati area itu dengan catatan biaya ditanggung masing - masing pedagang. Pekan ini pendirian bangunan akan kami lakukan," kata ketua Paguyuban Rukun Santoso, Joko Sukamto, Rabu (11/7).

Menurutnya dari sembilan pedagang, enam pedagang terdampak sudah mengumpulkan dana untuk mendirikan bangunan, siap membangun kios sementara.

"Kami juga sudah bernegosiasi dengan pihak yang mendirikan bangunan itu. Dana sudah terkumpul hanya menunggu beberapa orang sisanya. Harapannya pembangunan segera diselesaikan sehingga tim pemagaran dari  Pemkot lebih mudah bekerja," kata Joko.

Menurutnya besaran dana untuk pendirian bangunan sementara Rp 16 juta dibayar secara patungan masing-masing pedagang terdampak. Selain itu pihaknya juga menunggu ongkos bongkar dari Pemkot setempat.

Pendirian bangunan sementara di timur GWO Sriwedari, lahan parkir, mendapat izin Dinas Pariwisata Kota Surakarta, pelaksana proyek, hingga pengelola parkir dikawasan tersebut.

"Sembilan pedagang terdampak memilih ditempatkan di lahan parkir timur GWO, tawaran penempatan di dalam selter Sriwedari sudah kami berikan. Bahkan pedagang boleh menggunakan lebih dari satu lapak jika dirasa masih kurang. Namun, karena memiliki pilihan sendiri maka kami izinkan, ‘’ kata Kepala Bidang PKL, Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Didik Anggono. 


(M Ilham Baktora/CN39/SM Network)